Logo Header Antaranews Kepri

PPLN Singapura Libatkan 250 Relawan dalam Pilpres

Minggu, 22 Juni 2014 16:34 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Panitia Pemilihan Luar Negeri di Singapura melibatkan sekitar 250 orang relawan dari berbagai kalangan Warga Negara Indonesia yang tinggal di negeri itu untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilihan Presiden 6 Juli 2014.

"Kami rekrut 250-an orang relawan, seluruhnya WNI," kata Ketua PPLN Singapura Mirza Nurhidayat, Minggu.

Sebanyak 250 orang itu terdiri dari pelajar, ibu rumah tangga, pekerja formal hingga Penata Laksana Rumah Tangga yang bekerja di Singapura.

Para relawan akan bekerja sama membantu PPLN dan pihak KBRI dalam menjalankan Pilpres, mulai 5 Juli 2014.

Agar bisa menjalankan tugas dengan baik, PPLN Singapura akan memberikan bimbingan teknis kepada seluruh relawan pada 28 Juni 2014.

"Dalam bimbingan teknis itu, kami memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan Pemilu dan apa saja yang harus dilaksanakan para relawan pada saat Pilpres," kata dia.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Singapura, Andri Hadi mengatakan banyak WNI, termasuk PLRT yang tertarik untuk terlibat sebagai relawan dalam Pemilu.

Ia mengatakan para majikan umumnya ikut mendukung keinginan PLRT untuk menjadi relawan. Bahkan, cerita Andri, ada majikan yang sangat bangga. Sampai saat pelantikan, ikut menghadiri bersama keluarganya.

PPLN Singapura mencatat 108.077 orang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Pilpres di Singapura, berkurang dibanding DPT Pileg yang mencapai 112.123 orang pemilih.

Berkurangnya jumlah pemilih tetap berdasarkan verifikasi yang dilakukan PPLN, banyak WNI yang sudah berpindah tempat bekerja, pulang ke tanah air dan melepas kewarganegaraannya sehingga tidak memiliki hak mengikuti Pemilu.

PPLN dan KBRI juga sudah melakukan sosialisasi Pilpres sejak Mei 2014, dengan memasang poster dan membagikan brosur di tempat-tempat yang dianggap menjadi pusat pertemuan WNI seperti Sekolah Indonesia Singapura, City Plaza dan tempat pengiriman uang. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026