Logo Header Antaranews Kepri

Warga Desa Kiabu Kritis Air Bersih

Sabtu, 5 Juli 2014 14:32 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri) - Warga Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan krisis air seperti yang terjadi di kota Tarempa.

Warga di desa terpaksa membeli air seharga Rp3.000 - Rp5.000 per jerigen dari warga lainnya yang memiliki sumur digunung yang masih memiliki air bersih.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas telah dilanda kemarau, ternyata kemarau tersebut bukan hanya terjadi di ibu kota Tarempa saja, tetapi juga melanda dibeberapa pulau yang tergabung didalam kabupaten tersebut.

Dara, yang merupakan warga desa Kiabu menceritakan bahwa desanya juga mengalami kritis air bersih karena kemarau, sebenarnya banyak warga yang memiliki sumur tapi kering juga. "Kami terpaksa beli air kepada warga lainnya yang masih ada air dikebunnya dipegunungan, terpaksa menggunakan genset untuk menyalakan sanyo memompa air," kata dia.

Dara sempat menuturkan dimana, kritis air sering terjadi di desa Kiabu jika hujan tidak turun karena titik mata air di desa tersebut kecil bahkan kering pada saat kemarau. Dirinya bersama dengan warga lainnya juga kadang terpaksa harus mandi dengan menggunakan air sumur yang payau karena sumurnya terletak dekat dengan laut.

"Dari pada tidak mandi kadang kami mandi di sumur warga yang ada didekat laut walaupun airnya payau namun untuk air minum tidak bisa," katanya.

Warga desa Kiabu juga berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk pengadaan pengolah air laut menjadi air tawar di desa mereka. Hal itu diperlukan mengingat kekeringan air bersih sudah seringkali terjadi jika hujan tidak turun dalam kurun waktu seminggu.

"Dalam seminggu hujan tidak turun maka kita sudah kesulitan air bersih, dimana sumur warga sudah banyak yang kering. Kami pernah mendengar dari bupati jika saat ini sudah ada alat yang mengolah air laut menjadi air tawar, kami ingin proyek seperti itu ada disini karena kami sangat membutuhkannya apalagi jika musim kering begini," ujarnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026