
Pelantar Masalah Utama Infrastruktur Pesisir Batam

Batam (Antara Kepri) - Pelantar atau jembatan panjang penghubung bibir pulau ke pelabuhan tempat kapal menambatkan tali menjadi masalah utama infrastruktur masyarakat pesisir di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Sabtu mengatakan dalam setiap kunjungannya ke pesisir dalam Safar Ramadan, umumnya masyarakat mengeluhkan masalah pelantar yang sudah reyot dan tidak layak lagi hingga membahayakan warga.
"Pembenahan pelantar menjadi masalah utama yang selalu dikeluhkan warga," kata dia.
Ia mengatakan pemerintah kota berupaya mengakomodir keinginan warga dengan membangun pelantar yang kokoh. Namun, karena banyaknya pelantar yang harus dibenahi, maka tidak bisa sekaligus diperbaiki.
"Banyak sekali, tidak bisa selesai semua diperbaiki, bahkan sampai habis masa jabatan saya, harus dilanjutkan pada periode berikutnya," kata Wali Kota yang jabatannya habis tahun 2016.
Wali Kota menargetkan pemerintahannya mampu menyelesaikan pembenahan 50 persen pelantar dari ratusan yang harus diperbaiki.
"Untuk pulau, saya minta pembangunan jangan berhenti, agar dilanjutkan," kata Wali Kota.
Menurut dia, pelantar menjadi infrastruktur yang penting untuk masyarakat pesisir, sehingga pemerintah juga memberikan perhatian lebih.
Pelantar adalah ujung dari konektivitas, seluruh aktivitas warga ke pulau lain, termasuk distribusi segala kebutuhan harus melalui pelantar.
Selain pelantar, masalah infrastruktur lain yang dituntut masyarakat pesisir adalah pasokan air dan listrik.
Pelayanan kesehatan juga menjadi tuntutan masyarakat kepada pemerintah. Banyak warga yang meminta pemerintah menyiapkan bidan yang tinggal menetap agar bila ada warga yang sakit bisa segera ditangani.
Safari Ramadan menjadi wahana bagi pemerintah kota dalam menjaring aspirasi langsung dari masyarakat setiap tahun.
Makanya, kata Wali Kota, ia selalu membawa sejumlah pejabat langsung turun menemaninya saat Safari Ramadan, untuk mencatat dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
