
Menteri PU Letak Batu Pertama KR Batam

Batam (Antara Kepri) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meletakkan batu pertama pembangunan Kebun Raya Batam, Kepulauan Riau, Kamis, sebagai tanda dimulaimya pengerjaan kebun raya pertama yang berkelas dunia di Indonesia.
"Kebun Raya merupakan ruang terbuka hijau, sebagai upaya relevan dalam menghadapi tantangan perkotaan," kata Djoko Kirmanto di Batam, Kamis.
Kebun Raya, diperlukan untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang layak huni. Sebagai infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan keindahan kota, selain pembatas ruang.
Menteri mengatakan pembangunan Kebun Raya sebagai Ruang Terbuka Hijau dapat berfungsi sebagai infrastruktur hijau yang turut membentuk ruang kota yang harmonis untuk memenuhi kebutuhan ekologis dan keindahan kota, maupun sebagai pembatas ruang secara planologis.
Pembangunan Kebun Raya merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk menambah RTH di kawasan perkotaan, selain fungsi lainnya yaitu konservasi tumbuhan, jasa lingkungan, penelitian, pendidikan dan wisata.
Kebun Raya Batam dibangun dengan dana APBN Kementerian PU Rp21 miliar, yang dititik beratkan pada Zona Penerima Fasilitas yang akan dibangun.
Fasilitas yang dibangun meliputi gerbang utama, jalan, pedestrian, taman, gedung pengelola, rumah kaca.
Pada tahun berikutnya akan dikembangkan Zona Koleksi yang meliputi "landscape" kawasan, rumah tamu dan infrastruktur lainnya.
Kementerian Pekerjaan Umum juga aman membangun waduk yang akan menjadi pembatas antara Zona Penerima dan Zona Koleksi.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan mendukung pembangunan Kebun Raya Batam sebagai ruang terbuka hijau di kota industri.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, jauh sebelumnya, pihaknya telah bersiap untuk membangun dan menambah khasanah Kebun Raya.
"Pada waktu MTQ, ada 20 gubernur yang menanam pohon di Batam, untuk kemudian kami pindahkan ke kebun raya dalam zona 'View of Indonesia'," kata dia.
Kementerian PU bersama LIPI menetapkan 12 Kebun Raya yang diprioritaskan penanganannya pada 2015-2019.
Dari 12 KR tersebut, tujuh di antaranya dikembangkan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengelolaan, yaitu Kebun Raya Jompie Kota Parepare Sulawesi Selatan, Kebun Raya Liwa Lampung, Kebun Raya Batam Kepulauan Riau, Kebun Raya Balikpapan Kalimantan Timur, Kebun Raya Baturraden Jawa Tengah, Kebun Raya Banua Banjarbaru Kalimantan Selatan dan Kebun Raya Kendari Sultra.
Sedangkan lima kebun raya lainnya sudah dalam tahap pengelolaan dan akan ditingkatkan dan dimantapkan fungsinya, yaitu Kebun Raya Bogor, Cibinong Science Centre and Botanic Garden dan Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali dan Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur.
Di samping 12 kebun raya prioritas itu, Kementerian PU dan LIPI juga berkomitmen untuk mendorong 35 kebun raya lainnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
