
Sembilan Haji Embarkasi Batam Meninggal

Batam (Antara Kepri) - Sembilan orang haji Embarkasi Batam Kepulauan Riau meninggal dunia saat menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, berdasarkan data yang diterima Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam, Rabu.
"Jumlah jamaah yang meninggal bertambah lima orang dalam sepekan terakhir, jadi totalnya ada sembilan jamaah yang meninggal sampai dengan hari ini," kata Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Windarto.
Lima orang jamaah yang meninggal sepekan terakhir yaitu Mariani Abdul Gani (48) yang tergabung dalam Kelompok Terbang 12 asal Ketapang, Kalimantan Barat dan Misrom Karto Pawiro (73) yang tergabung dalam Kloter 17 asal Jambi
Kemudian Majilah Muhammad Birin (78) yang tergabung dalam Kloter 12 asal Ketapang Kalimantan Barat, Hamzah Bin Abdul Hamid (67) yang tergabung dalam Kloter delapan asal Bengkalis Riau dan Sri Wahyuni Afandi (65) yang tergabung dalam Kloter 10 asal Rokan Hilir Riau.
Seluruh jamaah haji yang meninggal dalam sepekan terakhir itu dikuburkan di Syaraya Mekah.
Sebelumnya, Embarkasi Batam mencatat empat orang hajinya meninggal dunia, di antaranya Djahida Tjia Kuruda (69) yang tergabung dalam Kloter 16 asal Provinsi Jambi, Zainuddin Bin Umar (64) yang tergabung dalam Kloter delapan asal Langgam Kabupaten Pelalawan Riau dan Martius Bin Nurdin Imam (53) yang tergabung dalam Kloter tiga asal Tampan Kota Pekanbaru Riau.
Widarto mengatakan berdasarkan ketentuan, jamaah calon haji yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Rp35.930.000 dari Asuransi Syariah Amanah Githa.
Dana asuransi jamaah haji akan diserahkan kepada ahli waris setelah mengajukan klaim asuransi kepada Asuransi Amanah Githa dengan menyertakan dokumen-dokumen yang telah ditetapkan.
Embarkasi Batam memberangkatkan lebih dari 7.000 orang calon haji dari empat provinsi yaitu Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat yang dikelompokan dalam 18 Kloter dan dua gelombang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
