Logo Header Antaranews Kepri

Fasilitas Kesehatan Lapas Barelang Minim

Senin, 1 Desember 2014 17:19 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Barelang Batam Kepulauan Riau masih sangat minim tanpa adanya dokter yang bertugas secara rutin.

Hal itu disorot Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo saat mengunjungi Lapas Klas IIA Barelang dalam peringatan Hari Aids di Batam, Senin.

"Tahanan bukan warga kelas dua di masyarakat. Hak dasar sebagai manusia harus sama didapat dengan masyarakat pada umumnya, salah satunya kesehatan," kata Wakil Gubernur.

Selama ini, hanya ada seorang perawat yang bertugas di Lapas, sehingga pengobatan penyakit tahanan pun tidak bisa maksimal.

Akibat ketiadaan dokter dan perawat di Lapas, maka setiap tahanan yang menderita sakit harus berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Soerya meminta agar masalah itu diperhatikan secepatnya.

"Pokoknya Bulan Desember ini Lapas kelas IIA ini harus memiliki seorang dokter dan perawat," kata Wakil Gubernur.

Ia berharap dengan adanya dokter dan perawat yang bertugas di dalam Lapas, maka pelayanan kesehatan kepada tahanan akan lebih cepat.

Wakil Gubernur juga menjanjikan untuk memberikan satu unit ambulans yang berjaga di sekitar Lapas guna membawa tahanan yang sakit, sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Nanti juga akan kami upayakan Lapas ini ditambah satu unit ambulans lagi," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Seorang tahanan yang enggan namanya disebut bersyukur dengan rencana Pemprov Kepri untuk mendatangkan seorang dokter jaga di Lapas.

"Karena selama ini kalau ada yang sakit dirawat seadanya, sehingga penyembuhannya menjadi lama," kata tahanan yang terjerat kasus narkoba itu.

Ia mengatakan meski tahanan, namun penghuni Lapas tetap membutuhkan layanan kesehatan yang baik.

"Kami juga sangat membutuhkan pelayanan kesehatan," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026