
Musibah Pelayaran di Kepri Menurun

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Jumlah musibah pelayaran selama 2014 diperkirakan Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kota Tanjungpinang, menurun dari 2013.
"Diperkirakan tahun ini jumlah musibah pelayaran di perairan Kepri mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan 2013," kata Kepala Basarnas Kota Tanjungpinang, Abdul Hamid, Rabu.
Tetapi jika diklasifikasikan khusus nelayan tradisional, jumlah musibah nelayan tersebut tambahnya mengalami peningkatan meski tidak signifikan.
Enggan berkomentar menyebutkan jumlah angka, Abdul Hamid mengaku bahwa menurunnya jumlah musibah pelayaran di Kepri pada 2014 dikarenakan masyarakat sudah semakin memahami arti pentingnya keselamatan dalam pelayaran.
"Karena masyarakat sudah semakin mengerti tentang pentingnya keselamatan serta instansi pemerintah juga selalu memberikan peringatan ketika saat cuaca ekstrem, yang juga sudah disadari masyarakat khusus nelayan untuk tidak pergi melaut," paparnya kepada Antara.
Dari kesadaran masyarakat tersebut kata Hamid, peluang musibah di perairan berkemungkinan kecil.
Jika dibandingkan dengan musibah penerbangan, Hamid memperkirakan jumlah musibah penerbangan sangat minim di Kepri.
"Karena untuk urusan penerbangan, mereka lebih disiplin, " ucapnya.
Fokus kepada nelayan, Abdul Hamid mengharapkan agar masyarakat bisa secepat mungkin memberikan informasi ke Basarnas apabila terjadi musibah.
"Sementara selama ini, informasi atau laporan yang selalu kita terima sudah telat bahkan sudah sampai 2 hari," ucapnya.
Karena keterlambatan informasi yang diperoleh maupun pelaporannya, maka kata Hamid, peluang keselamatan korban menjadi kecil.
"Meskipun kondisinya seperti itu, kita tetap optimal dalam menjalankan tugas," tegasnya.
Mengingat musibah tidak bisa diprediksi dan mengurangi angka kematian di musibah pelayaran, Kepala Basarnas Kota Tanjungpinang tersebut menghimbau agar para nelayan selalu antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di laut.
"Termasuk memperhatikan imbauan dari berbagai informasi termasuk BMKG tentang cuaca yang meskipun hanya prakiraan tetapi kemungkinan bisa terjadi," paparnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
