Logo Header Antaranews Kepri

DKP Karimun Gelar Semiloka Kemaritiman

Selasa, 13 Januari 2015 21:37 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menggelar seminar dan lokakarya pengembangan sektor kemaritiman guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah setempat.

Seminar dan lokakarya (semiloka) digelar Selasa di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun menghadirkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri diikuti sejumlah pengusaha bidang perikanan dan kelautan dan instansi terkait.

Asisten Tata Praja dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Karimun Raja Usman ketika membuka semiloka itu mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk penyamaan persepsi, visi dan misi antara pemerintah dengan pelaku usaha sehingga selaras dengan visi poros maritim yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Semiloka ini diharapkan dapat membuka wawasan dan cakrawala berpikir para peserta dalam mengembangkan sektor kemaritiman," kata dia.

Raja Usman memaparkan, Kabupaten Karimun yang terdiri atas 249 pulau kecil dan besar, berpenghuni maupun kosong memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar, apalagi letaknya berbatasan dengan negara jiran, Singapura dan Malaysia.

"Karimun sebagai daerah perbatasan sangat stategis jika dikaitkan dengan pengembangan sektor kemaritiman. Karimun juga berada pada daerah lintasan lalu lintas kapal dari Riau daratan sehingga aktivitas perdagangan antarpulau makin ramai," kata dia.

Menurut dia, masyarakat Karimun sudah sejak lama bergantung pada laut dengan berprofesi sebagai pelaut maupun nelayan. Ia juga menyebutkan bahwa Karimun juga dikenal sebagai daerah penghasil ikan.

Namun demikian, kekayaan maritim yang cukup besar itu masih dikelola secara tradisional sehingga belum mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia berharap visi poros maritim yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dapat mengangkat potensi kemaritiman di Kabupaten Karimun, tentunya dengan membangun sarana infrastruktur, seperti jembatan, kapal-kapal penyeberangan serta peningkatan sarana prasarana tangkap nelayan tradisional.

"Pemerintah daerah setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk sektor perikanan dan kelautan, namun kita masih dihadapkan dengan keterbatasan anggaran sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat," katanya.

Pada kesempatan sama, Rokhmin Dahuri dalam paparannya mengungkapkan, tingkat kemakmuran Indonesia, berdasarkan data "The Global Competitiveness" 2012-2015, berada pada urutan kelima di ASEAN, setelah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Menurut dia, sektor kemaritiman harus didorong untuk meningkatkan kemakmuran bangsa, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya sumber daya perikanan dan kelautan.

Ia menuturkan, untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa, maka harus didukung empat aspek, yaitu dengan membangun ketahanan atau kedaulatan pangan dan energi, meningkatkan daya saing, memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas secara berkelanjutan dan memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan hidup.

"Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas yang berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing, maka Karimun harus merevitalisasi semua sektor, terutama sektor kemaritiman yang berbasis inovasi dan ramah lingkungan," tuturnya. (Antara)

Editor: Sri Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026