Logo Header Antaranews Kepri

Dirut Perusda Ditantang Beli Saham SPBU Karimun

Kamis, 15 Januari 2015 14:56 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Tokoh masyarakat Raja Zuriantiaz menantang Direktur Utama Perusda Karimun Devanan Syam untuk membeli saham Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Poros di Jalan Soekarno Hatta, Tanjung Balai Karimun, yang dimiliki swasta.

"Sebagai Dirut Perusda yang baru, buktikan kemampuan untuk mengelola semua unit usaha secara mandiri, termasuk dengan membeli saham swasta pada SPBU Poros," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

SPBU Poros, menurut dia memang dikelola anak perusda PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS), namun saham Perusda di SPBU tersebut hanya 51 persen, sisanya merupakan saham dua perusahaan swasta.

Kepemilikan saham 51 persen, menurut dia, memberikan pengaruh yang kuat untuk menentukan arah kebijakan pengembangan SPBU Poros karena Perusa harus membicarakannya terlebih dulu bersama dua perusahaan swasta yang menjadi mitra dalam mengelola SPBU tersebut.

"Minimal saham Perusda di SPBU Poros 75 sampai 85 persen. Dengan porsi saham sebesar itu, Perusda bisa lebih dominan dalam mengatur manajemen SPBU," ucapnya.

Raja Zuriantiaz yang juga mantan anggota DPRD Karimun menilai, perusahaan swasta yang memiliki saham di SPBU Poros lebih diuntungkan karena SPBU tersebut beberapa kali mendapat suntikan dana dari pemerintah daerah berupaya penyertaan modal.

Penyertaan modal pemerintah daerah itu, menurut politikus Partai NasDem itu belum terpublikasikan secara terbuka kepada publik, khususnya mengenai komposisi saham antara Perusda dengan dua perusahaan swasta.

"Seharusnya penambahan modal oleh daerah mengubah komposisi saham, setidaknya saham Perusda tidak lagi 51 persen. Tapi, sampai saat ini belum penyampaian secara terbuka terkait komposisi saham itu, bahkan tidak pula tergambar dalam APBD. Logikanya, saham Perusda bertambah karena mendapat suntikan dana dari Pemda selaku pemilik perusahaan," katanya.

Ia mendesak Dirut Perusda membuat terobosan dengan membeli saham swasta karena akan memudahkan penataan manajemen SPBU Poros yang selama ini mendapat kritikan tajam dari publik.

"Dulu, Perusda sering berkilah bahwa SPBU memiliki manajemen sendiri, yaitu anak perusahaannya, PT OKBS, ketika masyarakat mempertanyakan buruknya pelayanan SPBU tersebut. Nah, dengan penguasaan mayoritas dan dominan, Perusda bisa mengintervensi lebih jauh demi perbaikan kinerja SPBU," tuturnya.

Ia juga meminta Dirut Perusda agar memublikasikan komposisi saham secara terbuka kepada masyarakat, termasuk penyertaan modal tambahan oleh pemerintah daerah.

"Jangan dululah bicara soal laba, tapi benahi dulu manajemen. Beli saham swasta di SPBU tersebut agar keberadaan SPBU benar-benar untuk kepentingan publik," katanya.

Berdasarkan informasi dihimpun, Perusda Karimun memiliki saham sebesar 51 persen di SPBU Poros, sisanya saham swasta, yaitu PT Karya Putera Karimun 24 persen dan PT Putera Kelana Makmur 25 persen. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026