Logo Header Antaranews Kepri

Menteri Bingung di Natuna Tidak Ada PLTG

Kamis, 5 Februari 2015 22:52 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Menteri Perencanaan Pembangunan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengaku bingung Natuna Provinsi Kepulauan Riau, kabupaten yang kaya akan gas bumi, tidak terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

"Saya bingung kok enggak bangun PLTG di Natuna. Ironis," kata Menteri saat rapat kerja Bappeda se-Riau dan Kepulauan Riau di Batam, Kamis.

Ia meminta pemerintah daerah jeli melihat permasalahan-permasalahan yang tidak wajar seperti itu. Kemudian melaporkannya ke pemerintah pusat.

Menurut dia, Natuna bukanlah kasus tunggal di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di Kalimantan.

"Hampir 50 persen batu bara ada di Kalimantan, gas juga 40 persen, tapi PLTU yang ada 10 megawatt, 40 megawatt, bukan 500 megawatt. Aneh," kata dia.

Dalam seminar pembangunan Batam, Menteri juga menilai PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersikap tidak adil dengan mendahulukan pembangunan listrik di Pulau Jawa dan Bali, sementara daerah lainnya banyak yang belum terlayani.

"Distribusi yang tidak adil. Jawa Bali saja yang dipikirkan PLN," kata Menteri.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepri meminta perhatian pemerintah akan pembangunan di Natuna, yang kaya gas, namun mengalami krisis listrik.

"Jangan sampai tikus mati di lumbung padi," kata dia mengumpamakan.

Ia berharap pemerintah membangun jaringan gas dari sumur-sumur gas di Natuna ke kabupaten itu sendiri dan kabupaten kota lain di Kepri.

Selama ini kekayaan gas Natuna diekspor ke Singapura melalui jaringan pipa laut. Pipanya melalui Perairan Batam. Namun gas Natuna tidak mengalir ke Natuna, Batam atau daerah lain di Indonesia.

"Tidak setetes pun gas mengalir ke Kepri," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026