Logo Header Antaranews Kepri

Mahasiswa Karimun Tolak Penambangan Pasir dan Timah

Selasa, 24 Februari 2015 12:30 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sekitar 25 orang mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menolak penambangan pasir dan timah yang dilakukan sejumlah perusahaan swasta, karena merusak lingkungan.

Penolakan tersebut disampaikan dalam demonstrasi di Bundaran Pamedan Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa.

"Kami sudah menyampaikan secara tegas penolakan ini kepada Dinas Pertambangan Karimun, namun penambangan tidak berhenti, bahkan semakin marak," kata Koordinator Lapangan Himpunan Mahasiswa Karimun M Syahputra, di sela-sela aksi.

Dia mengatakan permasalahan tersebut juga sudah disampaikan kepada Dinas Pertambangan Kepri, namun tidak ditemukan solusi. Mahasiswa Karimun mendesak penambangan pasir dan timah yang dilakukan secara ilegal ditutup.

"Pelakunya dan siapa pun birokrat yang terlibat ditindak. Jika Bupati Karimun dan Kadis Pertambangan Karimun tidak mampu menghentikan penambangan ilegal, sebaiknya mereka melepaskan jabatannya," ujarnya.

Menurut pemantauannya, penambangan pasir dan timah terjadi di berbagai kawasan di Karimun. Penambangan pasir dilakukan di Lubuk, sedangkan pencuciannya dilakukan di Teluk Radang, Kampung Asam, Kundur.

Permukaan bumi di Kundur menjadi rusak.

"Ada perusahaan yang memiliki izin, tetapi penambangan dilakukan di luar izin yang diberikan. Ini salah satu permasalahan yang ditemukan," ungkapnya.

Syahputra menegaskan permasalahan tersebut sudah diketahui masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Namun, masyarakat tidak mampu berbuat banyak.

"Sekarang permasalahan itu memanas kembali, karena masyarakat menuntut perusahaan yang melakukan penambangan ilegal ditutup," ucapnya, menegaskan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026