Logo Header Antaranews Kepri

Bulog: Distribusi Beras ke Natuna Terhambat Gelombang

Kamis, 26 Februari 2015 09:26 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pendistribusian beras untuk masyarakat miskin ke Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas terhambat gelombang laut yang tinggi, kata Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Ismet Erlando.

"Ada 500 ton beras untuk Natuna dan 500 ton untuk Anambas yang belum dapat didistribusikan dari Tanjungpinang. Gelombang laut tidak memungkinkan kapal yang mengangkut beras tersebut berlayar," ujarnya di Tanjungpinang, Kamis.

Ismet mengatakan distribusi beras miskin ke Natuna dan Anambas dilakukan setiap tiga bulan sekali. Bulog ditargetkan harus mendistribusikan beras tersebut paling lama Maret 2015.

Namun hingga sekarang dia belum dapat memastikan kapan kapal yang mengangkut beras itu berlayar ke Natuna dan Anambas.

"Masih menunggu cuaca. Kalau gelombang sudah tidak tinggi, kapal pasti berlayar," katanya.

Dia mengemukakan Bulog memiliki gudang beras di Natuna dan Anambas. Persediaan beras untuk masyarakat miskin di Natuna dan Anambas masing-masing 50 ton.

Untuk sementara ini, kata dia persediaan di Anambas dan Natuna diperkirakan mencukupi.

"Yang dikhawatirkan itu bila beras miskin tersebut habis, kemudian warga miskin membeli beras di pasar yang persediaan berasnya terbatas. Ini terjadi di Pulau Jawa sehingga beras mahal dan langka," ucapnya.

Berdasarkan perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gelombang laut di sekitar perairan Natuna dan Anambas mencapai 4-5 meter. Dalam kondisi cuaca yang buruk itu, nakhoda kapal yang mengangkut beras tersebut tidak dapat dipaksa untuk berlayar.

"Kami tidak menggunakan kapal Pelni, melainkan menyewa kapal tertentu untuk mengangkut beras tersebut," katanya tanpa membeberkan nama kapal yang disewa.

Ismet mengatakan wilayah kerja Bulog Tanjungpinang mencakup Bintan, Lingga, Natuna, Anambas dan Natuna. Beras untuk rumah tangga miskin seberat 500 ton sudah tiba di Lingga.

"Gelombang laut di Lingga juga cukup tinggi, namun tidak separah Natuna dan Anambas" katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026