
Kadis: Sebaiknya Pasar Baru Tanjungpinang Direhabilitasi

Tanjungpinang (Antara) - Kepala Dinas Pasar, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Tanjungpinang Syafrial Evi berpendapat pembenahan Pasar Baru sebaiknya cukup dengan direhabilitasi karena bila direvitalisasi akan terhambat masalah pembebasan lahan.
"Kami usulkan agar rencana Pemkot merevitalisasi Pasar Baru diubah menjadi rehabilitasi agar tidak terhambat permasalahan pembebasan lahan," kata Syahfrial di Tanjungpinang, ibu kota Kepulauan Riau, Rabu.
Sebagian lahan Pasar Baru, menurut dia, milik Perusda Tanjungpinang, Perusda Bintan, serta warga. Bahkan, lahan dua Perusda tersebut disewa warga dan dibangun kios.
Kondisi itu akan menjadi kendala Pemkot Tanjungpinang dalam merevitalisasi Pasar Baru.
"Pembebasan lahan itu juga akan menghabiskan biaya besar, bahkan lebih besar biaya pembebasan lahan daripada pembangunannya," tegas Syafrial.
Pemkot Tanjungpinang juga harus mempertimbangkan hal-hal lainnya, seperti perubahan struktur bangunan bila pasar baru direvitalisasi. Pembangunan Pasar Baru setinggi lima lantai tersebut tidak lagi masuk dalam kategori pasar tradisional, namun masuk ke dalam jenis pasar modern.
"Tentu harus didukung infrastruktur akses jalan yang baik, sementara kondisinya saat ini belum seperti yang diharapkan, " ujarnya.
Pasar itu juga kata Syafrial akan dilengkapi dengan sarana parkir di lantai 1 dan 2, yang juga harus disesuaikan dengan jalan lingkar yang direncanakan oleh Pemrov Kepri.
Namun sampai sekarang pihaknya belum mengetahui jadi atau tidaknya jalan lingkar itu dibangun provinsi.
"Karena belum ada kepastian, kamipun belum melakukan sosialisasi ke pedagang," ujarnya.
Menurut dia, perlu kajian lebih lanjut terhadap "detailed engineering design" (DED) yang telah dibuat oleh Pemprov Kepri.
"Banyaknya permasalahan ini membuat saya menyarankan ke wali kota untuk merehabilitasi pasar dengan dilengkapi fasilitas tambahan serta keamanannya saja dulu," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
