
UMRAH Gelar Festival Berbalas Pantun

Pantun harus dijaga dan dikembangkan. Pantun memiliki nilai budaya yang tinggi
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) akan menggelar Festival Berbalas Pantun di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mempertahankan dan melestarikan Budaya Melayu.
"Kalau tidak UMRAH memulainya, siapa lagi? Kami ingin menularkan sikap peduli dalam mempertahankan Budaya Melayu," kata Rektor UMRAH Prof Syafsir Akhlus di Dompak, Tanjungpinang, Selasa.
Dia menambahkan beberapa negara asing mengklaim beberapa warisan budaya melayu Kepri namun pantun belum pernah diklaim oleh negara asing.
"Pantun harus dijaga dan dikembangkan. Pantun memiliki nilai budaya yang tinggi," ujarnya.
Dia mengemukakan Festival Berbalas Pantun digelar di tempat terbuka di Tepi Laut Tanjungpinang pada 31 Juli 2015.
Kegiatan itu diselenggarakan pada malam hari sehingga dipastikan berakhir pada 1 Agustus 2015, bertepatan dengan hari lahirnya UMRAH.
"Berbalas pantun dilaksanakan selama 10 jam. Berakhir pada saat Perayaan Ulang Tahun UMRAH ke-8," ujarnya.
Akhlus mengatakan Festival Berbalas Pantun selama 10 jam belum pernah dilakukan di Indonesia maupun negara lainnya.
Karena itu, festival itu direncanakan akan mendapat Rekor Muri.
"Kegiatan ini akan mendapat Rekor Muri, karena unik," katanya.
Seluruh peserta berbalas pantun saat ini masih latihan. Selain peserta berbalas pantun, panitia penyelenggara juga menyiapkan 10 penari dan 10 pemusik.
"Ini upaya kami memperkenalkan melayu lewat pantun," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
