
DKPP Ingatkan KPU Jaga Jarak dengan Kontestan
Kamis, 28 Mei 2015 03:58 WIB

Jangan mau dirayu dengan apapun. Kalau terjebak dalam kepentingan politik tersebut, penyelenggara pemilu akan menghadapi banyak masalah, termasuk persoalan hukum
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengingatkan KPU dan Bawalu Kepulauan Riau untuk menjaga jarak dengan peserta pilkada terutama terkait kepentingan politik menjelang pesta demokrasi.
"Menjelang pilkada pasti politisi berupaya mendekati penyelenggara pemilu. Mereka berupaya membujuk penyelenggara pemilu dengan berbagai cara," kata Ketua DKPP Prof Jimly Asshiddiqie di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Rabu.
Di Kepri akan diselenggarakan tujuh pesta demokrasi secara serentak pada 9 Desember 2015. Penyelenggara pemilu harus bekerja secara profesional dan menjaga integritas agar tidak terjebak dalam kepentingan politik calon kepala daerah.
Dia mengatakan, komisioner KPU dan Bawaslu Kepri harus melaksanakan tugas sesuai ketentuan dengan menjadikan kode etik sebagai rel.
"Jangan mau dirayu dengan apapun. Kalau terjebak dalam kepentingan politik tersebut, penyelenggara pemilu akan menghadapi banyak masalah, termasuk persoalan hukum," ujarnya.
Politisi, kata dia, pasti mengetahui gaji yang diterima penyelenggara pemilu relatif kecil. Penyelenggara pemilu yang pragmatis kemungkinan sulit menolak pemberian politikus yang memiliki kepentingan terhadap pilkada.
"Di Kepri belum pernah terjadi seperti ini. Mudah-mudahan tidak terjadi," katanya.
Jimly mengemukakan kepentingan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah terhadap penyelenggara pemilu hanya sesaat. Setelah terpilih menjadi kepala daerah, mereka cenderung melupakan jasa yang diberikan penyelenggara pemilu yang melanggar kode etik.
"Kalau sudah begini kan repot. Karena itu saya ingatkan jangan melanggar kode etik hanya untuk kepentingan sesaat," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
