
Hang Nadim Segera Singkirkan Tiga Pesawat

Batam (Antara Kepri) - Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam segera menyingkirkan tiga pesawat dari kawasan apron karena mengganggu pesawat lain yang masih beroperasi mengingat penerbangan semakin padat.
"Menurut catatan kami ada riga pesawat yang tidak beroperasi dan masih berada pada apron bandara. Akhir bulan ini semua akan disingkirkan karena sudah mengganggu pesawat lain yang hendak parkir," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Rabu.
Tiga pesawat tersebut terdiri dari satu unit Boeing 737-300 milik New Jatayu Air, satu pesawan kargo Interisland jenis Antonov, dan satu pesawat kargo Fitsair dengan dua mesin baling-baling.
Untuk pesawat kargo Interisland dan Fitsair, sudah bertahun-tahun tidak beroperasi namun tetap terparkir pada sisi kiri apron Bandara Internasional Hang Nadim Batam dekat dengan terminal kargo.
Sementara itu pesawat New Jatayu Air baru sekitar satu tahun berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Maskapai tersebut sedianya akan melayani penerbangan Batam-Medan, Batam-Palembang, dan Batam-Bandung namun hingga dicabut izinnya oleh Kementerian Perhubungan, pesawat tersebut tidak kunjung dioperasionalkan.
"Nantinya akan disingkirkan jauh dari lokasi apron agar tidak mengganggu penerbangan lain. Mengingat saat-saat jam padat, pesawat harus antre untuk masuk ke apron," kata dia.
Berdasarkan data dari manajemen Hang Nadim, setiap hari rata-rata jumlah penerbangan dari bandara tersebut mencapai 120 kali. Penerbangan didominasi oleh maskapai Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia.
Upaya untuk memecah kepadatan pada siang hari dengan membuka bandara hingga 24 jam belum diminati oleh seluruh maskapai yang beroperasi dari bandara tersebut.
"Kami sebenarnya sudah mendorong agar maskapai juga melayani penerbangan malam. Namun mengingat Hang Nadim bukan bandara tujuan akhir, jadi penerbangan malam belum diminati," kata Suwarso.
Bandara Internasional Hang Nadim merupakan fasilitas milik BP Batam yang dibangun sejak periode 1980. Kapasitas bandara tersebut mencapai 5 juta penumpang pertahun dengan landas pacu hingga 4,025 kilometer. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
