
Ria Optimistis Raih Simpati Kader PKS

PKS mendukung pasangan Rudi-Amsakar. PKS tidak memperkenankan kader mendukung yang lain, artinya tidak benar PKS pasang dua kaki
Batam (Antara Kepri) - Bakal calon wali kota Batam Ria Saptarika menyatakan optimistis masih bisa meraih simpati kader Partai Keadilan Sejahtera meski dirinya tidak diusung DPP partai bulan sabit kembar dalam pilkada 2015.
"Saya sangat yakin. Ada ikatan emosional dan batin yang tidak bisa dipotong, walaupun instruksi dari partai sekalipun," kata Ria Saptarika di Batam.
Pria yang berpasangan dengan kader PDI P, Sulistyana dalam pilkada serentak 2015 itu yakin dapat meraih suara dari kader dan simpatisan PKS, kecuali dari kader yang merupakan anggota struktural partai tersebut.
Ria mengaku memiliki ikatan yang sangat kuat dengan sejumlah kader dan simpatisan PKS, karena pernah bertahun-tahun menjadi pengurus PKS di Batam. Bahkan PKS juga sempat mengusungnya dalam Pilkada 2006 dan 2011.
Mengenai posisi istrinya, ia mengatakan sampai saat ini masih menjadi anggota PKS. Namun, istrinya sudah meminta izin dari guru mengaji (murabbi) untuk mendukung dirinya dalam pilkada, termasuk mendampingi saat kampanye.
"Istri saya sudah minta izin murabbi, agar bisa memberi kelonggaran," kata Ria.
Sebelumnya Dewan Pengurus Daerah PKS Kota Batam optimistis seluruh kader akan menaati instruksi DPP untuk memberikan dukungan kepada bakal pasangan calon wali kota-wakil wali kota Batam, Rudi-Amsakar Achmad.
Ketua PKS Batam Taufik membantah memasang dua kaki, atau mendukung dua pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2015.
"PKS mendukung pasangan Rudi-Amsakar. PKS tidak memperkenankan kader mendukung yang lain, artinya tidak benar PKS pasang dua kaki," kata Taufik.
Taufik mengakui banyak kader PKS yang dekat dengan Ria, termasuk dirinya. Namun, keputusan DPP sudah bulat, yaitu untuk mengusung Rudi-Amsakar, sehingga seluruh kader harus mematuhinya.
"Saya optimistis, kader PKS yang jumlahnya 2.100 orang akan solid," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
