
Pompa Cadangan Rusak Daik Kembali Kekeringan

Kita belum bisa memastikan kapan perbaikannya selesai, tapi kita usahakan dalam satu atau dua hari ini, mesinnya sudah bisa aktif kembali
Lingga (Antara Kepri) - Mesin pompa air cadangan Lubuk Fatimah yang telah aktif sejak empat hari lalu, dan sempat mengatasi kekeringan air di Daik Lingga, kembali mengalami kerusakan pada mesin panel otomat.
Akibat kerusakan tersebut, warga Ibu Kota Kabupaten Lingga, kembali kesulitan mendapatkan air bersih.
"Sudah empat hari kita aktifkan pompa airnya, tapi setelah dua hari, kembali mati karena terjadi kerusakan pada panel automate-nya," kata Hidayat, pimpinan PDAM Daik Lingga di Lingga, Minggu.
Hidayat menuturkan, usaha untuk mengaktifkan pompa air cadangan di Lubuk Fatimah, guna mengatasi penyusutan debit air pada imtek milik PDAM Daik, telah di berhasil dilakukan. Namun, dua hari belakangan, teknisi di lapangan melaporkan telah terjadi kerusakan pada mesinnya.
"Kita belum bisa memastikan kapan perbaikannya selesai, tapi kita usahakan dalam satu atau dua hari ini, mesinnya sudah bisa aktif kembali," kata dia.
Pantauan Antara, dua hari terakhir, warga Daik Lingga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Beberapa warga menyiasati dengan memasang pompa penyedot air dari pipa aliran air PDAM yang mengalir ke rumahnya.
Sementara warga lainnya, dengan membawa galon, mereka berbondong-bondong mencari sumber air bersih di aliran sungai Tande dan beberapa titik kran air yang berada di pinggiran jalan protokol Daik Lingga, yang masih dialiri air PDAM.
Sedangkan untuk para pedagang, khususnya rumah makan yang membutuhkan lebih banyak air, menyiasati dengan membelinya dari pedagang air keliling dadakan, dengan harga berkisar 80 ribu rupiah per drum (200 liter).
Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung sampai mesin penyedot air cadangan lubuk fatimah selesai diperbaiki dan diaktifkan kembali hingga kemarau berakhir. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
