
Kualitas Udara Batam Kembali Sangat Tidak Sehat

Kami terpaksa membatalkan rencana ke luar rumah, karena kabut tiba-tiba tebal hari ini. Padahal kemarin langit masih biru
Batam (Antara Kepri) - Kualitas udara di Kota Batam Kepulauan Riau kembali pada level sangat tidak sehat dengan kadar Indeks Standar Pencemaran Udara 224, setelah sekitar sepekan pada level sedang dengan ISPU di bawah 100 poin.
Berdasarkan data tim labeling Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam, kualitas udara sejak pagi sudah tidak sehat dengan ISPU di atas 100 poin. Kabut semakin menebal mulai pukul 15.00 WIB dengan ISPU 224.
Aktivitas warga pun terganggu dengan tebalnya kabut asap.
"Kami terpaksa membatalkan rencana ke luar rumah, karena kabut tiba-tiba tebal hari ini. Padahal kemarin langit masih biru," kata warga Tiban, Rahmi.
Ia khawatir kabut asap yang tebal dapat mengganggu kesehatan.
Kegiatan di tempat hiburan seperti Pantai Tanjungpinggir pun terlihat sepi ketimbang akhir pekan biasanya.
Petugas Pantai Tanjungpinggir, Auklin menyatakan biasanya pantai ramai, dipenuhi sekitar 700 orang warga yang berlibur. Namun, pada akhir pekan ini, hanya sekitar 300 orang warga yang datang.
Pelancong Pantai Tanjungpinggir, Aulia juga menyesali kabut asap yang menaungi Batam, hingga ke langit laut Selat Singapura.
"Biasanya dari sini bisa lihat gedung-gedung Singapura. Tapi karena kabut, tidak kelihatan," kata dia mengeluh.
Ia berharap pemerintah segera menanggulangi masalah kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, agar asap tidak lagi mengepung langit kota itu.
"Jangan dibiarkan terus dan jadi penyakit kambuhan setiap tahun. Saya dan teman-teman saya sudah menjadi korban kabut asap, sakit semua," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
