
Kunjungan Wisatawan ke Batam Berkurang Akibat Asap

Tahun lalu sebanyak tiga juta wisatawan nusantara datang ke Batam, tahun ini kami perkirakan berkurang, karena bencana kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan
Batam (Antara Kepri) - Dinas Pariwisata Kota Batam, Kepulauan Riau, memperkirakan kunjungan wisatawan ke kota itu menurun akibat kabut asap yang terjadi tiga bulan terakhir.
"Tahun lalu sebanyak tiga juta wisatawan nusantara datang ke Batam, tahun ini kami perkirakan berkurang, karena bencana kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Sabtu.
Angka kunjungan wisatawan dihitung dari kedatangan pengunjung di Bandara Hang Nadim dan pelabuhan-pelabuhan domestik.
Semenjak terjadi kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan, banyak penerbangan dan pelayaran yang dibatalkan. Kondisi itu juga mempengaruhi jumlah kedatangan wisatawan.
"Memang belum ada datanya, data biasa selesai tiap akhir tahun. Tapi lihat saja dari penerbangan, banyak yang dibatalkan," kata dia.
Selain karena gangguan penerbangan, menurut dia, warga memilih tidak mengunjungi Batam karena kabut asap yang tebal menyelimuti kota.
Meski begitu, berbagai kegiatan yang diikuti peserta berbagai daerah tetap dilaksanakan di Batam, seperti Batam InvesTrade Expo 2015 dan final debat bahasa Inggris SMK tingkat nasional.
Selain kunjungan domestik, kabut asap juga mempengaruhi angka kedatangan wisatawan mancanegara ke kota yang berseberangan dengan Singapura itu.
Apalagi, pelayaran dari Singapura ke Batam sempat tertunda beberapa waktu akibat jarak pandang yang pendek.
"Meskipun Malaysia meliburkan sekolah karena kabut asap, tapi mereka tidak berkunjung ke Batam. Mereka lebih senang menghabiskan waktu di rumah biar terlindung dari asap," ujar Yusfa. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
