Logo Header Antaranews Kepri

Jumlah Kunjungan Wisman ke Batam Lampaui Target

Kamis, 7 Januari 2016 17:27 WIB
Image Print
Itu baru dari hasil perhitungan kami, belum dikonsolidasikan dengan BPS dan imigrasi. Saya yakin, bila sudah dikonsolidasikan hasilnya melebihi

Batam (Antara Kepri) - Jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Kota Batam Kepulauan Riau pada 2015 sebanyak 1.514.119 kunjungan, melebihi target yang ditetapkan Pemkot bersama Pemprov Kepri sebanyak 1,5 juta kunjungan.

"Itu baru dari hasil perhitungan kami, belum dikonsolidasikan dengan BPS dan imigrasi. Saya yakin, bila sudah dikonsolidasikan hasilnya melebihi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Kamis.

Jumlah kunjungan wisman 2015 juga meningkat bila dibandingkan total kedatangan turis pada tahun sebelumnya, sebanyak 1,4 juta kinjungan.

Namun, jumlah kunjungan itu belum memenuhi target yang diharapkan oleh Kementerian Pariwisata, sebanyak 1,7 juta kunjungan.

Yusfa mengaku belum puas dengan angka kunjungan wisman ke Batam. Jumlah kunjungan seharusnya masih bisa digenjot lagi hingga mencapai harapan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Apalagi pemerintah pusat sudah menerapkan bebas visa untuk 174 negara, hingga akhir 2015.

Menurut dia, kunjungan wisman ke Batam masih didominasi "repiter", turis asal Singapura yang sudah pernah ke Batam, dan mengulangi kunjungannya. Bukan wisman yang baru datang untuk pertama kali.

Ia mengatakan ada beberapa hal yang membuat angka kunjungan wisman belum maksimal, di antaranya musibah kabut asap dan dihapuskannya beberapa kegiatan pariwisata nasional di Batam, seperti ASEAN Jazz Festival, Sea Eagle Boat Race dan Tour De Barelang.

Padahal tiga acara rutin itu biasa menjadi magnet bagi wisman untuk mengunjungi Batam pada tahun-tahun sebelumnya.

Kabut asap yang menaungi langit Batam, Singapura dan sebagian Malaysia juga membuat wisman mengurungkan rencananya berlibur ke Batam.

"Sebenarnya bisa lebih besar, kalau saja pengaruh cuaca alam tidak terjadi," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026