Robert Berpulang Sapaan Bro Sekda Kepri Dikenang

id robert,berpulang,sapaan,bro,dikenang

Robert Berpulang Sapaan Bro Sekda Kepri Dikenang

Sekdaprov Kepri Robert Iwan Loriaux (Foto: inet)

Pak Robert adalah tokoh birokrasi Kepri yang sangat tekun, pekerja keras dan sangat komunikatif
"Apa kabar bro? Sehat?" Sapaan hangat itu khas seorang Robert Iwan Loriaux, dan kini dikenang beberapa sahabat kentalnya setelah sang Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau berpulang pada Kamis, 4 Februari 2016.
         
Biasa Robert menyapa koleganya sambil merangkul. Kemudian menanyakan kabar mengenai keluarga, dan mengalirlah pembicaraan akrab. Tidak hanya kepada orang dekat, Robert sering melakukannya pada banyak orang dari segala golongan.
         
Rasanya tidak sulit untuk mengenali Robert di Kepulauan Riau. Bukan hanya karena beberapa jabatan penting disandangnya, melainkan  hidungnya pun mancung. Pria berkulit putih ini keturunan orang Eropa.
        
Ibunya, Mateha Klein adalah orang Belanda tulen. Sedang ayahnya, Morich Loriaux (bernama asli Bagus Muhammad Nuh) sengaja menggunakan nama bercorak Eropa agar bisa bersekolah pada masa penjajahan Belanda.
        
Kehidupan Robert pada masa muda, penuh dengan perjuangan, selain berteman antara lain dengan Harry Azhar Azis (kini Ketua Badan Pemeriksa Keuangan) di Tanjungpinang.
        
Robert sempat harus menjadi sopir bemo kala merantau ke Jakarta karena orang tuanya tidak mampu membiayai ke perguruan tinggi.
        
Namun, Robert tidak putus asa, ia tetap memasang mimpi tinggi, belajar dan bekerja keras, sehingga akhirnya lolos dalam seleksi CPNS pada tahun 1979. Jabatan pertamanya di pemerintahan adalah tukang bersih ruangan, dengan golongan II-A.
        
Tidak mudah puas diri, Robert mencoba seleksi STPDN, dan diterima. Kemudian ia melanjutkan ke Institut Ilmu Pemerintahan.
       
Mulai dari situ, karier Robert cemerlang, sampai diangkat menjadi Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah hingga menjadi Sekda Provinsi Kepri pada Januari 2014.
        
"Pak Robert adalah tokoh birokrasi Kepri yang sangat tekun, pekerja keras dan sangat komunikatif," begitu Harry Azhar Azis menggambarkan sosok sahabat kecilnya.
        
Harry mengenang, kerap bermain perang-perangan, main bola dan lainnya bersama Robert, di Tanjungpinang.
        
"Robert teman saya dari kecil, sering bermain di Jalan Bintan atau Jalan M Yusuf Kahar di Tanjungpinang. Kami berpisah ketika saya pindah ke Jakarta tahun1970 dan kemudian bertemu kembali ketika saya menjadi anggota DPR 2004-2014, dan kini Ketua BPK," kata Harry.
        
Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengenang Robert sebagai pejabat yang komunikatif, sangat mudah diajak bekerja sama.
        
"Yang paling saya ingat, dia tidak pernah menyapa dengan 'pak' selalu 'bro' karena memang hangat sekali orangnya," kata Jumaga.
        
Sapaan "bro" itu dianggap mampu menghapus sekat, dan membuat pembicaraan menjadi lebih cair dan hangat
   
Komunikatif, begitu pula kesan yang tertanam di benak Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis.
        
"Komunikasi berjalan cepat, tidak boleh bertele-tele," katanya mengenang.
        
Muramis mengenal Robert sejak jabatannya masih Kepala Dinas Pariwisata.
        
"Sewaktu dia sekolah Diklatpim, saya yang mentor, karena memang ada soal perhubungan. Hhhh... tidak menyangka secepat ini (meninggalnya)," kata Muramis.
        
Deputi Pelayanan Umum BP Batam Fitrah Kamarudin juga mengenang Robert sebagai sosok yang komunikatif dan bersahabat.
        
"Saya mengenalnya sejak masih zaman Pak Ismeth  (Ismeth Abdullah, gubernur pertama Kepri). Orangnya baik dan komunikatif," kata Fitrah.
        
Duka mendalam tidak hanya dirasakan pejabat daerah, Konsul Singapura di Batam, Gavin Chay juga menyampaikan duka cita. Gavin langsung mendatangi Rumah Sakit Awal Bros Batam, tempat Robert dirawat dan meninggal.
        
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan anaknya. Saya ikut merasa sedih, apalagi ini mendadak," kata Gavin yang ditemui di rumah sakit itu.
        
Ia mengaku memiliki hubungan yang baik dengan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepri itu. Apalagi, Robert banyak membantu kerja sama antara Singapura dan Kepri.
        
"Ia teman yang baik di sini," kata dia.
        
Sekda Provinsi Kepri Robert Iwan Loreaux meninggal dunia pada Kamis (4/2) pukul 10.40 WIB setelah dirawat selama sehari di Rumah Sakit Awal Bross Batam.
        
Manager Pengembangan Bisnis Rumah Sakit Awal Bros Batam, Shinta Trilusita mengatakan sejak dirawat inap, Robert dalam kondisi membutuhkan penanganan khusus.
         
Empat orang dokter spesialis, di antaranya spesialis jantung, spesialis penyakit dalam, dan spesialis paru langsung menangani.
        
Ia bercerita, pada Kamis pagi, pihak keluarga dan pemerintah meminta agar Robert dibawa ke RS Mount Elisabeth Singapura untuk penanganan lebih maksimal.
        
Namun, dalam perjalanan ke pelabuhan, kondisi kesehatan Robert terus turun, dan dokter memutuskan untuk kembali ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
        
Ajal tak dapat dielak, pria kelahiran Tanjungpinang, 19 November 1958 itu pun mengembuskan nafas terakhir, tidak berapa lama setibanya di Awal Bros.
        
Selamat jalan Pak Robert yang tak kenal putus asa. Selamat jalan bro.(Antara)

Editor: Dedi
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar