
Pelni Tak Seperti yang Diharapkan
Kamis, 3 Maret 2016 20:38 WIB

Pelayanan KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 yang dilakukan Pelni juga masih belum maksimal seperti, mencampuradukkan barang dengan ruang penumpang
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pengelolaan kapal negara yang dilakukan oleh PT Pelni, tidak seperti yang diharapkan. Pasalnya, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, dinilai masih kurang berpengalaman mengelola KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 menjelajah laut Kepri.
"Dalam bayangan kita, mestinya apabila dikelola oleh Pelni, mestinya pelayanan baik karena dikelola BUMN, tapi kenyataannya tak seperti yang diharapkan," kata Legislator Anambas dan Natuna, Sofyan Samsir, Kamis.
Menurut Sofyan, Pelni sebagai perusahaan negara seharusnya berbenah dan mengevaluasi perihal permasalahan yang terjadi ketika mengoperasikan KM Sabuk Nusantara 30 dan 39
pada 2016 ini.
"Kami minta Pelni lebih baik dari swasta, seperti menyediakan kapal pengganti ketika KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 mengalami permasalahan pelayaran pada awal musim 2016," katanya.
Karena sebelumnya, pihak swasta sendiri mampu menyediakan armada pengganti, ketika kapal milik negara tersebut tidak bisa dioperasikan. Oleh sebab itu, sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Sofyan meminta Pelni untuk memperbaiki kelemahan yang terhitung tampak setelah ditugaskan Kementerian Perhubungan mengelola Perintis pada 2016.
"Sejauh ini, Pelni kurang pengalaman, dan kurang memanfaatkan sumber daya lokal sebagai ABK. Mestinya, meskipun hanya satu trip Pelni harus memanfaatkan potensi SDM tersebut, karena masalah pelayaran di Kepri ini memiliki karakter laut dan alur yang berbeda," paparnya.
Politisi Parpol Golongan Karya itu juga menilai, pelayanan KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 yang dilakukan Pelni juga masih belum maksimal seperti, mencampuradukkan barang dengan ruang penumpang.
"Jangan sampai ada keluhan, karena bagaimana pun Pelni sifatnya melayani. Memang tiket murah, tapi kalau amburadul sama juga bohong," tegasnya.
Di wawancara terpisah, warga Ranai Kabupaten Natuna, Afrizal mengaku pelayanan yang diberikan Pelni melalui KM Sabuk Nusantara justru semakin berkurang.
"Jadwal pelayaran masyarakat susah nak tau. Sekarang tak pasti, mungkin pengaruh gelombang tinggi. Terakhir saya dengar dia tak lewat Midai karena gelombang tinggi," paparnya.
Terkait hal itu, GM Pelni cabang Tanjungpinang, Rudy Pentury yang dikonfirmasi langsung, tidak berada ditempat yang dikabarkan sakit.(Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
