
UMRAH Tanjungpinang Perkuat SDM Kemaritiman

Target yang ingin dicapai 2016 mulai beroperasi, paling lama tiga tahun ke depan, penguatan aspek kemaritiman baik dari ilmu kemasyarakatan maupun teknologi. Harapan saya 70 persen target tercapai
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang akan mempersiapkan sumber daya manusia untuk memperkuat sektor kemaritiman di Provinsi Kepulauan Riau.
Rektor UMRAH Syafsir Akhlus, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan pengembangan jurusan yang berhubungan dengan kemaritiman terus ditingkatkan, dan tahun ini dua dari tiga program studi yang berhubungan dengan sektor itu disetujui pemerintah pusat.
"Tahun ini akan dibuka prodi baru, hubungan internasional dan agrobisnis perikanan. Prodi lainnya yang dibuka fisika," ujarnya.
Sementara tiga prodi dari delapan prodi lainnya yang selama ini mendapat izin mandat, kata dia, sudah mendapat izin operasional yakni Prodi Ilmu Hukum, Teknologi Hasil Perikanan, dan Manajemen.
Prodi Ilmu Hukum dan Prodi Ilmu Hubungan Internasional memiliki hubungan yang erat. Secara keilmuan, proses pendidikan mengarah pada hasil diplomasi kemaritiman.
Sedangkan Prodi Teknologi Hasil Perikanan berhubungan dengan Prodi Agrobisnis Perikanan. Prodi ini akan memperkuat pengelolaan sumber kelautan.
Prodi baru yang disetujui diupayakan beroperasi tahun ini.
"UMRAH akan menghasilkan banyak SDM dalam pengelolaan kemaritiman," ucapnya.
Dia mengatakan tujuh prodi lainnya yang diajukan ke Kementerian Ristek dan Teknologi perlu diperbaiki. Jika tahun ini dapat diperbaiki, maka akan diajukan kembali.
"Target yang ingin dicapai 2016 mulai beroperasi, paling lama tiga tahun ke depan, penguatan aspek kemaritiman baik dari ilmu kemasyarakatan maupun teknologi. Harapan saya 70 persen target tercapai," katanya.
Sejalan dengan itu, kata dia beberapa Prodi Bahasa Indonesia dan Prodi Akuntansi yang sudah berakreditasi B, didorong untuk membuat program pascasarjana.
"Selama 4 tahun meletakkan dasar, selanjutnya kami akan bicara di tingkat regional ASEAN," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
