Logo Header Antaranews Kepri

Awe Ajak Semua Elemen Peduli Hak Anak

Sabtu, 23 April 2016 19:46 WIB
Image Print
Sejauh ini, kepedulian kita terhadap hak dan kewajiban anak masih sangat minim, tahun lalu saja tercatat 35 kasus anak yang terjadi di daerah ini

Lingga (Antara Kepri) - Bupati Lingga Alias Wello (Awe), mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Lingga untuk lebih peduli terhadap hak-hak anak.

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan rapat advokasi kebijakan perlindungan anak yang di gelar KPPAD bersama "stakeholder", di Lingga, Sabtu.

Menurutnya, anak sebagai generasi penerus perlu mendapat perhatian khusus bagi semua, terutama pihak terkait seperti KPPAD, Kepolisian, Kejaksaan dan jajaran pemerintah.

"Sejauh ini, kepedulian kita terhadap hak dan kewajiban anak masih sangat minim, tahun lalu saja tercatat 35 kasus anak yang terjadi di daerah ini," kata dia.

Jumlah tersebut, lanjutnya, kalau di kaji kembali, terhitung cukup tinggi. Karena, dengan 35 kasus sepanjang tahun 2015.

Itu artinya, ada sedikitnya 3 kasus pelanggaran hak dan kewajiban anak dalam satu bulannya. Atau bisa di sebut, 1 kasus dalam 10 harinya.

"Angka ini luar biasa sekali. Perlu adanya sinergi antar lini untuk menekan angka pelanggaran dan perlindungan anak ini. Anak merupakan generasi muda yang memegang peran penting bagi masa depan bangsa," tuturnya.

Dari yang ia ketahiu, dalam satu dasawarsa terakhir, hak-hak anak semakin terperhatikan. Ini dapat dilihat dari banyaknya aturan yang mengatur tentang hak sampai kewajiban anak, mulai dari UU, Perda, sampai Perbup.

Hanya saja, dalam penerapannya, khusus di daerah Kabupaten Lingga, saat ini masih jauh dari optimal. Tugas kita semua, mencari cara mengoptimalkan aturan ini kedepan," ungkap Awe, sapaan akrabnya.

Terlepas dari upaya pemerintah dalam melindungi hak anak, awe juga mengharapkan, ada peran serta lapisan masyarakat seperti LSM yang mendedikasikan kelembagaan dalam mengususng hak-hak anak tersebut.

"Sekarang ini, yang banyak di Lingga ini hanya LSM Kontraktor dan LSM pertambangan saja. LSM yang peduli terhadap hak anak, nyaris tak terdengar," ungkapnya.

Kedepan, Awe berharap, semua sektor mampu bersinergi dan bersungguh-sungguh memberikan perhatian terhadap anak. "Anak ini ibarat kertas putih. Tergantung kita, lingkungan keluarga dan sekitarnya lah yang memberikan warnanya," tutupnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026