Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Amankan Calon TKW dari Penampungan

Sabtu, 14 Mei 2016 23:46 WIB
Image Print
Setahu saya ada izinnya. Saya juga baru dua bulan bekerja. Saya juga tidak tahu mengapa tidak ada papan perusahaan dan hanya ada nama biro perjalanan saja

Batam (Antara Kepri) - Ditreskrimum mengamankan delapan calon tenaga kerja Indonesia yang hendak disalurkan ke Singapura dari sebuah penampungan di Ruko City Garden Batam Centre, Jumat.

Meskipun pihak Polda Kepri belum memberikan keterangan apakah penampungan tersebut ilegal, namun kedelapan wanita itu nampak berada di Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreskrimum.

Berdasarkan informasi, pemilik tempat tersebut adalah warga asing yang juga turut dibawa ke Mapolda Kepri bersama istri dan delapan calon tenaga kerja Indonesia.

"Kami tidak tahu ada apa. Tiba-tiba digerebek dan bawa ke Polda. Padahal ada izinnya," kata seseorang di Polda Kepri.

Pantauan di lokasi penampungan tersebut tidak ada papan nama perusahaan. Penampungan yang menggunakan empat unit ruko lantai dua tersebut dilengkapi sejumlah kamera pengintai.

Meskipun awalnya ruko, namun pada lantai satu sudah diubah. Semua jendela sudah menggunakan kaca gelap dan trali besi. Pintu masuk juga menggunakan pertalatan elektronik.

Petugas keamanan lokasi penampungan tersebut membenarkan polisi melakukan penggerebekan dan membawa 10 orang termasuk pasangan pemilik penampungan.

"Iya tadi ada polisi dari polda yang datang. Dia sempat menunjukkan surat namun tidak terbaca oleh saya. Selanjutnya menanyakan izin-izin yang dimiliki," kata Natalis.

Selanjutnya polisi membawa delapan calon tenga kerja yang akan dikirimkan ke Singapura bersama pasangan pemilik lokasi yaitu An dan Ri.

"Setahu saya ada izinnya. Saya juga baru dua bulan bekerja. Saya juga tidak tahu mengapa tidak ada papan perusahaan dan hanya ada nama biro perjalanan saja," katanya.

Natalis juga mengatakan, sejak sekitar tiga bulan terakhir biro perjalanan yang namanya masih terpampang tersebut sudah tidak aktif lagi.

"Itu sudah tidak aktif lagi," kata Natalis. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026