BPS: Inflasi Kepri 1,37 Persen

id BPS,batam,Inflasi Kepri,statistik,tanjungpinang

Inflasi tahun kalender di Tanjungpinang dan Batam (Januari - Juli 2016) sebesar 2,24 persen dan laju inflasi 'year on year' (Juli 2016 dibandingkan Juli 2015) sebesar 3,54 persen
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik menyatakan inflasi di Provinsi Kepulauan Riau pada Juli 2016 sebesar 1,37 persen yang merupakan gabungan dari Kota Batam dan Tanjungpinang.

Kepala BPS Kepri Dumangar Hutauruk, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan inflasi di Kota Batam sebesar 1,41 persen dan di Kota Tanjungpinang sebesar 1,12 persen.

Dia menjelaskan, indeks harga konsumen gabungan 2 kota di Provinsi Kepri  pada Juli 2016 naik dari 123,56 pada bulan Juni 2016 menjadi 125,25 pada bulan ini atau terjadi inflasi gabungan sebesar 1,37 persen.

Inflasi gabungan dua kota itu disebabkan kenaikan indeks semua kelompok yang menyusun inflasi yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 2,27 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,21 persen dan kelompok perumahan, air dan bahan bakar naik sebesar 0,08 persen.

Selain itu, tambahnya inflasi di Kepri disebabkan kenaikan indeks kelompok sandang naik sebesar 0,46 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,37 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 3,58 persen.

"Inflasi tahun kalender di Tanjungpinang dan Batam (Januari - Juli 2016) sebesar 2,24 persen dan laju inflasi 'year on year' (Juli 2016 dibandingkan Juli 2015) sebesar 3,54 persen," ucapnya.

Dumangar mengemukakan  Kota Tanjungpinang dibanding 23 kota lainnya menduduki peringkat ke-10 tertinggi. Sementara dibanding 82 Kota yang mengalami inflasi, Batam menduduki posisi ke-8.

"Dari 82 Kota yang mengalami Inflasi di 82 kota yang disurvei indeks harga konsumen se-Indonesia Tanjungpinang menduduki posisi ke-17," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar