Logo Header Antaranews Kepri

KONI Karimun: Persiapan PON Terkendala Keterbatasan Anggaran

Kamis, 25 Agustus 2016 10:33 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Persiapan atlet asal Kabupaten Karimun yang akan mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat, terkendala keterbatasan anggaran.

"Belum ada pemusatan latihan, atau dipanggil pihak provinsi untuk pemusatan latihan. Penyebabnya masalah anggaran," kata Ketua KONI Karimun John Abrison di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

John Abrison mengatakan, Karimun dipercaya KONI provinsi untuk memperkuat kontingen PON Kepri pada lima cabang olahraga, yaitu sepak takraw, karate, tarung derajat, tenis meja dan balap sepeda.

Seluruh atlet pada lima cabang olahraga tersebut terpaksa berlatih secara mandiri sehingga pihaknya belum dapat mengukur a kesiapan mereka untuk mengikuti PON XIX di Jawa Barat pada 17-29 September 2016.

"KONI Karimun juga belum bisa membantu karena anggaran dari APBD kabupaten juga belum ada," kata dia.

Dia menuturkan, persiapan dan pelatihan para atlet di lima cabang tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab provinsi.

Namun, lanjut dia, pihak KONI provinsi juga belum bisa berbuat banyak karena anggaran untuk kontingen PON XIX juga tidak dianggarkan dalam APBD murni 2016.

"Sementara, pelaksanaan PON sudah hampir dekat. Kami hanya bisa meminta kepada para atlet untuk berlatih semaksimal mungkin meski belum ada bantuan dana," ucapnya.

Mengenai target perolehan medali, dia mengatakan, tidak ada beban target untuk seluruh atlet karena sebagian besar baru kali ini bertanding dalam ajang olahraga tingkat nasional.

"Yang pernah bertanding di tingkat nasional hanya atlet karate dan sepak takraw. Itupun, tidak kami bebani target medali. Kami hanya menargetkan lima besar," ucapnya.

John Abrison mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi dari provinsi terkait jadwal keberangkatan kontingen PON Kepri.

"Informasinya berangkat secara bergelombang. Mungkin 14 atau 15 September," ucapnya. (Antara)

Editor: A Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026