
PPIH Siapkan Lima Ambulans Angkut Jamaah Sakit

Batam (Antara Kepri) - Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Batam menyiapkan lima unit ambulans guna mengantisipasi kemungkinan untuk mengankut jamaah yang sakit, setibanya di Bandara Hang Nadim.
"Ada lima ambulans yang 'stand by'. Tapi kalau dibutuhkan lebih dari itu, maka ada banyak ambulans yang juga siap digunakan," kata PPIH Bidang Kesehatan, Tjetjep Yudiana di Batam, Kepulauan Riau, Minggu.
Setiap harinya, PPIH menerima informasi kondisi jamaah yang akan dipulangkan, sehingga bidang haji bisa langsung mempersiapkan kebutuhan jamaah yang dalam kondisi sakit, termasuk penyiapan ambulans.
Seperti untuk jamaah Kloter 1 yang akan tiba di Tanah Air pada Minggu (18/9), PPIH sudah mendapatkan informasi sebanyak delapan orang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Makanya, kami siapkan delapan ambulans lagi, di tambah yang lima sudah siap," kata Tjetjep yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri itu.
Sebuah ambulans yang dipersiapkan, bahkan mampu memuat 16 orang pasien yang dalam kondisi sakit ringan.
"Kami juga langsung berkoordinasi dengan rumah sakit, kalau-kalau ada jamaah yang harus dirujuk di rumah sakit, setibanya di Batam," katanya kemudian.
Selain ambulans, PPIH juga menyiapkan puluhan kursi roda untuk membawa jamaah sakit.
Sementara untuk mencegah masuknya penyakit menular berbahaya dari Arab Saudi, PPIH menyiapkan alat dis-infektan yang mampu membunuh berbagai jenis kuman yang menempel di tubuh jamaah.
PPIH juga menyiapkan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh jamaah.
Bila jamaah kedapatan bersuhu tubuh tinggi, maka alat itu akan berbunyi. Dan panitia dapat langsung melakukan tindakan terhadap jamaah tersebut, sebagai antisipasi, bila diperlukan.
"Yang kami khawatirkan virus MERS-CoV, kalau Virus Zika nampaknya tidak, karena nyamuk Aedes Aegypti tidak banyak hidup di Arab Saudi," jelasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
