
Disdik: 99 Persen Gedung Sekolah Karimun Permanen

Alhamdulillah 99 persen gedung sekolah sudah permanen semua. Namun, kami terus memantau, dan pusat juga tetap mengalokasikan anggaran perbaikan ruang-ruang kelas yang rusak
Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan 99 persen gedung dan ruang kelas sekolah setempat sudah permanen.
"Alhamdulillah 99 persen gedung sekolah sudah permanen semua. Namun, kami terus memantau, dan pusat juga tetap mengalokasikan anggaran perbaikan ruang-ruang kelas yang rusak," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Bakri Hasyim menjelaskan, tahun ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah dan ruang kelas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dijelaskannya, sekolah yang mendapat anggaran untuk merehabilitasi ruang kelas 3 sekolah, penambahan ruang kelas baru 5 sekolah dan revitalisasi bangunan 1 sekolah.
"Kemudian penambahan dan perbaikan perpustakaan untuk 5 sekolah. Tapi anggarannya bukan dari DAK, tapi dana 'block grant'," ucap Bakri.
Dia mengatakan, Disdik terus memantau kondisi sekolah-sekolah di setiap tingkatan, terutama di daerah pulau dan terpencil untuk memastikan tidak ada bangunan yang rusak atau tidak layak pakai.
"Kalau ada yang rusak atau perlu penambahan ruangan, tentu kami prioritaskan untuk diusulkan ke pusat, agar diperbaiki," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Karimun Sudarmadi dalam satu kesempatan menjelaskan, DAK untuk perbaikan sekolah yang diterima dari pusat tahun ini berjumlah Rp2.666.480.000.
"Besar dana itu cukup lumayan. Dianggarkan untuk penambahan ruang belajar dan perbaikan perpustakaan untuk lima sekolah dasar," kata dia.
Dijelaskannya, lima sekolah yang memperoleh anggaran pusat itu, antara lain SDN 12 Karimun, SDN 008 Buru, SDN 003 Moro, SDN 007 Moro dan SDN 005 Durai.
Masing-masing sekolah mendapat tambahan dua ruang kelas baru, sehingga total ruang kelas pada masing-masing sekolah 10 ruangan, dengan anggaran Rp1,493 miliar.
Sedangkan untuk sarana prasarana, seperti perbaikan ruang perpustakaan dan lainnya, dianggarkan Rp1,173 miliar.
"Dana pembangunannya disalurkan langsung ke masing-masing sekolah. Kami hanya mengawasi dan menerima laporannya," ucap dia.
Dia menambahkan, DAK sangat dibutuhkan dan diharapkan terus ditambah pada tahun berikutnya, tidak hanya untuk memperbaiki sekolah yang rusak akibat faktor cuaca, tetapi untuk meningkatkan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
"Kami mengharapkan pada tahun depan, ada penambahan ruang kelas untuk tingkat SMP dan SMA, mengingat daya tampung ruang kelas di sekolah yang ada makin kecil," ucap Sudarmadi. (Antara)
Editor: A Jo Seng Bie
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
