Logo Header Antaranews Kepri

Batam Rancang Pusat Pertanian Terpadu di Pulau

Senin, 7 November 2016 21:06 WIB
Image Print
Program ini adalah upaya mewujudkan ketahanan pangan, karena selama ini kebutuhan pangannya selalu dipasok dari luar daerah

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau merancang pusat pertanian terpadu di satu pulau khusus, demi memenuhi kebutuhan pangan warga kota yang hingga kini masih bergantung pada kiriman daerah lain.

"Dipusatkan di satu pulau, sekarang masih dikaji pulau yang tepat," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Senin.

Di pulau itu, selain lahan untuk bercocok tanam, pemerintah juga menyiapkan dermaga, pelabuhan dan kebutuhan transportasi untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke pulau utama.

Dalam rencana itu, pemerintah akan menggandeng TNI untuk membantu penyiapan lahan, sebelum petani dan pekebun menggarap lahan.

"Karena TNI punya programnya, seperti sawah yang di Lingga," katanya. Bila sudah siap, maka pemerintah akan memindahkan seluruh kegiatan bercocok tanam yang masih ada di pulau utama ke pulau itu.

"Dalam RTRW memang tidak ada untuk pertanian," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan terdapat empat pulau yang bisa dikembangkan untuk pertanian yaitu Pulau Subang Mas, Air Raja, Cemara, dan Pulau Kinon.

Pemerintah mempertimbangkan jenis tanah yang dianggap cocok untuk bertani dan kesiapan air bersih di pulau masing-masing sebelum ditetapkan sebagai pusat pertanian Batam.

Bila sudah ditetapkan, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada warga sekitar yang berminat bercocok tanam, mengenai hal teknis bertani dan non teknis seperti pengelolaan dana.

Rencananya, di pulau itu akan ditanam komoditas sayur-mayur seperti bawang merah, cabai, bayam, sawi, kacang panjang, pare, kangkung dan terong.

"Program ini adalah upaya mewujudkan ketahanan pangan, karena selama ini kebutuhan pangannya selalu dipasok dari luar daerah," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026