
Akses Menuju Ruangan Sekda Kepri Terbatas

Sekda itu juga berhubungan dengan bawahannya. Kalau dibatasi, kan menghambat kinerja
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali membuat kebijakan baru dengan membatasi berbagai elemen masyarakat yang ingin bertemu dengan Sekretaris Daerah Arif Fadillah.
Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan akses terbatas menuju ruang Sekda Arif Fadillah tidak lazim terjadi di pemerintahan, karena pemerintah harus terbuka, dan siap melayani masyarakat.
"Sekda itu juga berhubungan dengan bawahannya. Kalau dibatasi, kan menghambat kinerja," katanya.
Berdasarkan catatan Antara, sejak Kantor Pemerintah Kepri pindah dari Batam ke Pulau Dompak, Tanjungpinang, baru kali ini akses menuju ruangan Sekda Kepri di lantai dua terbatas.
Kebijakan pembatasi akses menuju ruangan Sekda Arif Fadillah itu membuat sejumlah pejabat di Pemprov Kepri heran, karena selama ini tidak terbiasa melihatnya. Pejabat lainnya dapat memaklumi dengan alasan keamanan.
Terkait sistem buka tutup ruangan dengan menggunakan "password" itu, Husnizar mengatakan sistem keamanan itu seharusnya dibangun dari bawah, bukan di lantai dua. Di tempat penerimaan tahu, Satpol Pamong Praja yang berjaga-jaga harus mengetahui siapa saja yang masuk ke ruangan kantor pemerintahan.
Petugas piket harus mengetahui apa kebutuhan tamu, dan mengantarkan tamu tersebut ke ruangan pejabat yang dituju.
"Kalau ada kebutuhan penting, tentu harus dilayani, bukan dibatasi," tegasnya.
Ia berpendapat kebijakan tidak memberi nilai positif bagi pemerintahan.
Akses ke ruang pejabat publik seperti Sekretaris Daerah Kepri Arif Fadillah, kata dia seharusnya terbuka, seperti dulu sebagai bentuk kesiapan melayani masyarakat.
"Saya dan anggota DPRD Kepri saja harus didampingi Satpol Pamong Praja kalau ingin ke ruangan Sekda (Arif Fadillah), karena menggunakan sistem keamanan. Kalau pergi sendirian, tidak bisa masuk, karena saya tidak tahu 'password'. Bagaimana dengan masyarakat?" singgungnya.
Husnizar yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri merasa heran kenapa Sekda Kepri terkesan membangun opini seolah-olah merahasiakan sesuatu.
"Apa yang dirahasiakan seorang sekda? Apakah gubernur seperti itu juga? Saya tidak tahu, karena tidak pernah ke ruangannya," ucapnya.
Hingga berita ini disiarkan, Sekda Arif Fadillah belum berhasil dihubungi.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
