Wiranto Bicara Soal LP Khusus di Natuna

id Menko Polhukam, Natuna, Perbatasan, Laut Cina Selatan, Keamanan, LP Khusus Narkoba, teroris

Rencananya pulau tersendiri tidak ada campur dengan masyarakat. Kita ada 17 ribu pulau, masak mencari 10 saja tidak bisa
Natuna (Antara Kepri) - Pemerintah masih pertimbangkan rencana pembangunan Lapas Khusus Teroris dan Narkoba di Natuna, kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, dalam kunjungannya di Natuna, Rabu (8/3).

"Natuna menjadi salah satu lokasi yang direncanakan tetapi belum pasti, Kita masih mencari lokasi alternatif," kata dia.

Rencana pembangunan Lapas sempat ada penolakan dari sebagian masyarakat Natuna.

Wiranto mengatakan Provinsi Maluku telah menawarankan secara khusus lokasi untuk pembangunan lapas tersebut.

"Mereka menawarkan dua pulau, masing-masing 200 Ha, disitu ada sumber air bersih dan masih bisa jika ada perluasan," kata dia.

Ia juga menjelaskan alasan kenapa lapas khusus harus dibangun.

"Lapas di Indonesia telah melebihi kapasitas hingga 200 persen. Saat ini napi dari berbagai latar belakang seperti, narkoba, tahanan politik hingga napi kasus teroris dicampur," kata dia.

Menurut Wiranto akibat dari bercampurnya para napi peran lapas menjadi berubah.

"Lapas yang tadinya berfungsi untuk penyadaran malah menjadi sekolah menambah ilmu kejahatan. Yang tadinya belum kenal narkoba malah kenal narkoba, yang tadinya tidak tahu aksi teroris, malah ikut jadi teroris," pungkasnya.

Beliau menambahakan pembangunan lapas tidak berada dipemukiman tetapi di pulau tersendiri.

"Rencananya pulau tersendiri tidak ada campur dengan masyarakat. Kita ada 17 ribu pulau, masak mencari 10 saja tidak bisa," ucapnya. (Antara)

Editor : Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar