
Legislator Saran Dirikan SMP Kelas Jauh Pulau Batang

Pelajar SMP dari Pulau Batang ini sekolahnya ke Desa Tajur Biru. Biaya yang wajib mereka keluarkan untuk transportasi dan makan itu berkisar Rp50.000 setiap harinya
Lingga (Antara Kepri) - Legislator di DPRD Kabupaten Lingga Ahmad Nasiruddin menyarankan Dinas Pendidikan setempat membangun SMP kelas jauh di Desa Pulau Batang, Kecamatan Senayang, sebagai solusi meringankan biaya sekolah pelajar di desa tersebut.
"Pelajar SMP dari Pulau Batang ini sekolahnya ke Desa Tajur Biru. Biaya yang wajib mereka keluarkan untuk transportasi dan makan itu berkisar Rp50.000 setiap harinya," kata dia di Daik Lingga, Jum'at.
Menurutnya, Dinas Pendidikan perlu memberikan solusi agar beban orang tua murid di Desa Pulau Batang lebih ringan.
"Orang tua murid di Pulau Batang ini notabenenya nelayan. Kalau anak yang sekolah hanya satu, masih bisa 'lah di usahakan. Bagaimana kalau dua atau tiga anak dengan biaya per orang sebesar itu? Keluhan ini saya dengar langsung dari orang tua murid ketika agenda Reses saya disana," ungkap anggota dewan dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut.
Untuk solusi menghadirkan SMP kelas jauh, dia menilai, Pulau Batang sudah memenuhi kriteria. Karena, di wilayah itu ada beberapa sekolah dasar (SD) yang setiap tahunya meluluskan 20-30 pelajar.
"Syarat jumlah minimal pelajar dalam satu kelas saya rasa sudah bisa terpenuhi 'lah," ujarnya.
Solusi membangun SMP kelas jauh di Pulau Batang, lanjutnya lagi, juga berdampak positif menekan resiko kecelakaan di laut bagi para pelajar, yang setiap harinya harus menempuh bermil-mil lautan guna mendapatkan hak pendidikan itu.
"Mereka itu setiap harinya harus menghadapi resiko besar untuk sekedar ke sekolah. Beda dengan anak-anak di daratan ini. Belum lagi saat cuaca buruk," tuturnya.
Dia juga menyinggung soal ketimpangan yang dirasakan para pelajar kepulauan, tentang biaya transportasi laut para pelajar kepulauan yang jauh lebih mahal dibanding transportasi pelajar di wilayah darat.
"Yang satu itu juga perlu diperhatikan oleh Disdik. Apakah sudah membantu meringankan biaya transportasi pelajar di kepulauan seperti yang dirasakan para pelajar di darat," tambahnya.
Dia berharap, saran tersebut segera dipertimbangkan oleh Dinas Pendidikan kabupaten setempat agar permasalahan dunia pendidikan di daerah kepulauan seperti Senayang, Kabupaten Lingga itu semakin baik. (Antara)
Editor: Evy R Syamsir
Pewarta : Ardhi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
