
BPOM Sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat Di Natuna

Kegiatan ini baik sekali karena melibatkan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat itu penting, karena Natuna sangat rawan mengingat letak geografis, dikelilingi berbagai negara tetangga
Natuna (Antara Kepri) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menyosialisasikani Program Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) dengan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, Edukasi Obat dan Makanan di Gedung Sri Srindit Ranai, Natuna, Minggu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi II DPR RI Siti Sarwindah, Kepala BPOM Kepri Yulius Sacramento Tarigan, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Kepri, Kepala BNN Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Ketua DPRD Natuna, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Natuna serta pemangku kepentingan terkait.
Acara dibuka secara langsung oleh Bupati Natuna, Hamid Rizal.
Dalam sambutannya, Hamid Rizal menyampaikan, sosialisasi mengenai obat dan makanan sangat tepat dilakukan mengingat Natuna merupakan wilayah perbatasan, terdepan, jauh dari pengawasan pihak terkait.
"Kegiatan ini baik sekali karena melibatkan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat itu penting, karena Natuna sangat rawan mengingat letak geografis, dikelilingi berbagai negara tetangga, peran masyarakat semua dibutuhkan, mari bersama-sama mengawasi baik obat atau makanan," kata Hamid.
Selain mengapresiasi, Hamid Rizal juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan Pemerintah Daerah kepada anggota DPR RI yang hadir.
"Beli obat harus di Batam apa regulasinya, apakah itu ada penetapan dari Kemenkes atau peraturan lain, karena itu kita dikenakan pajak ganda, 10% barang masuk dan 10% lagi barang keluar, tetapi jika kita bisa langsung dari Jakarta atau Pontianak harga obat akan jauh lebih murah, sekarang obat di Natuna mahal," ucapnya.
Sementara anggota DPRD Natuna Yohannes sekaligus ketua panitia menyampaikan kegiatan sosialisasi melibatkan kurang lebih 400 orang peserta.
"Peserta yang hadir dari berbagai unsur di antaranya, kaur desa, kader posyandu, pelajar, unsur pemerintah daerah, masyarakat dan organisasi pemuda, undang telah kita sebarkan sebanyak 400 buah," kata dia.
Menangapi pertanyaan awak media tentang keterlibatan anggota DPRD dalam kegiatan tersebut, Yohanes mengatakan itu hanya sifatnya membantu.
"Kita sama-sama dari PAN, dulu kan ibu Siti Sarwindah berada di Komisi IX yang menangani masalah ini, tidak hanya kegiatan ini, nanti kita juga akan menyelenggakan kegiatan lain di Natuna seperti program BPJS," ucapnya. (Antara)
Editor : Rusdianto
Pewarta : Cherman
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
