Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Lingga Kesulitan Buka Keterisolasian Sambau

Selasa, 25 Juli 2017 17:13 WIB
Image Print
Kami serius menanggapi surat dari Ombudsman. Sebagai lembaga pekerjaan umum, kami juga sudah usulkan kebutuhan Sambau sampai ke Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD). Tapi saya hanya satu suara, sementara disana ada 20 lebih orang

Lingga (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Lingga belum temukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah keterisolasian Dusun Sambau di Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (DPUPR- PKP) Lingga Said Nursyahdu berujar, untuk membuka keterisolasian dusun dengan 57 Kepala Keluarga di sebelah timur pulau Lingga itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Diperkirakan Rp20 Miliar untuk membangun fasilitas jalan dan jembatan sampai ke pemukiman penduduk dusun Sambau itu," kata dia dihubungi dari Daik Lingga, Selasa.

Nursyahdu memperkirakan, dana untuk membangun jalan sepanjang 3 Kilometer ke Sambau memakan biaya sekitar Rp15 Miliar. Itu belum termasuk biaya pembangunan jembatan dan jalan menuju pemukiman penduduknya yang diperkirakan menelan anggaran Rp5 Miliar.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lingga telah menerima surat dari Ombudsman RI, yang isinya meminta agar pemerintah memberi perhatian khusus terhadap dusun tersebut.

"Kami serius menanggapi surat dari Ombudsman. Sebagai lembaga pekerjaan umum, kami juga sudah usulkan kebutuhan Sambau sampai ke Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD). Tapi saya hanya satu suara, sementara disana ada 20 lebih orang. Jadi kalau kawan-kawan lain tidak mendukung, kami susah juga," ungkapnya.

Namun, lanjut Nursyahdu, pihaknya tetap mengusulkan belanja penyusunan Detail Engenering Design (DED) jalan dan jembatan Sambau pada APBD Perubahan tahun ini.

"Yang jelas DED-nya kami usahakan masuk dalam dokumen belanja perubahan tahun ini. Itupun terbatas. Kami tak punya anggaran yang memadai," ujarnya.

Dia mengakui, pemerintah setempat cukup kesulitan mengatasi keterisolasian dusun Sambau secara cepat, dengan kondisi keuangan daerah yang minim.

"Kalau kita paksakan alokasi pembangunan ke titik itu, maka desa-desa lain akan merasa dianak-tirikan. Sedangkan prioritas pembangunan daerah juga tidak berada di wilayah itu. Jadi akan sulit," ungkapnya.


Kondisi Dusun Sambau

Warga Dusun Sambau, Desa Limbung Kecamatan Lingga menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah, agar dapat segera membangun fasilitas jalan serta jembatan di dusun itu.

Fasiltas jalan saja sudah cukup meberikan solusi berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat setempat, baik ekonomi sosial hingga persoalan pendidikan.

Juna, ibu rumah tangga di Dusun Sambau mengatakan, kondisi jalan alternatif yang saat ini digunakan masyarakat setempat sudah sangat tidak layak untuk dilewati. Selain dipenuhi kubangan lumpur, parit dan lubang-lubang jalan sering membuat pengendara terpeleset dan jatuh.

"Apalagi kalau musim hujan, jalan tak bisa dilewati kendaraan," ungkapnya.

Kondisi itu sangat mengganggu aktifitas ekonomi masyarakat di Dusun Sambau. Bahkan banyak anak-anak di dusun tersebut memilih berhenti sekolah, karena tidak sanggup menjalani rutinitas dengan kondisi jalan seburuk itu.

"Di Sambau tidak ada sekolah. Kemarin katanya mau dibangun, tapi sampai anak saya tamat SD sekolahnya belum juga ada. Sekolah paling dekat di dusun sebelah (Senempek), tapi jalannya ya seperti itu, anak-anak tidak sanggup," ungkap istri ketua RW Dusun Sambau tersebut.

Dia berharap, pemerintah sedikit memberikan hati terhadap perkembangan pembangunan di dusun itu. Bagaimanapun, lanjutnya, masyarakat Sambau juga bagian dari kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau Indonesia. (Antara) Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026