
Karimun Tidak Punya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu

Di Kepulauan Riau, SKPT hanya di Natuna dan Anambas. Jadi di sana terus dibangun infrastrukturnya
Karimun (Antara Kepri) - Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau belum mempunyai Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), kata Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan Kesehatan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun, Agus Abdullah.
"Di Kepulauan Riau, SKPT hanya di Natuna dan Anambas. Jadi di sana terus dibangun infrastrukturnya," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Agus Abdullah mengatakan, jangankan program SKPT, Kabupaten Karimun sama sekali belum memiliki Tempat Pelelangan dan Pelabuhan Perikanan, sebagai salah satu infrastruktur pendukung program peningkatan kesejahteraan nelayan, terutama nelayan tradisional.
Fasilitas untuk nelayan tersebut, menurut Agus sudah lama diusulkan pada kawasan yang menjadi sentra nelayan, yang diharapkan dapat menampung ikan hasil tangkapan nelayan.
"Bahkan, sejak Karimun ini masih kecamatan, TPI dan pelabuhan perikanan sudah diajukan namun sampai saat ini belum juga ada," katanya.
Kabupaten Karimun memiliki sekitar 249 pulau, baik besar maupun kecil, kosong atau berpenghuni. Sebagai daerah yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, Karimun merupakan daerah maritim dengan laut lebih luas dari daratan.
Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam beberapa tahun terus menggelontorkan program bantuan sarana tangkap untuk nelayan tradisional, dengan pusat pengembangan sektor perikanan di Kecamatan Moro.
Menurut Agus, potensi perikanan di Karimun tidak perlu diragukan dengan jumlah nelayan tradisional mencapai ribuan orang, dan sebagian besar merupakan nelayan tangkap.
"Dalam seminggu, kalangan nelayan mampu mengekspor ikan ke Singapura dan Malaysia. Dalam seminggu itu, ada 3 kapal dari Karimun dan 2 dari Moro, satu kapal itu muatannya 20 sampai 30 ton," katanya.
Dia mengharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memfokuskan program SKPT di Kabupaten Karimun, sebagai salah satu upaya untuk mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar dan terpencil, yang umumnya bermatapencaharian nelayan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Nursali
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
