Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Lingga Belajar Perikanan ke Banyuwangi

Rabu, 18 Oktober 2017 05:36 WIB
Image Print
perusahaan yang berdiri sejak 40 tahun yang lalu ini, membutuhkan pasokan bahan baku ikan sedikitnya 300 ton perharinya

Lingga (Antara Kepri) - Menanggapi belum tergarapnya sektor perikanan di Kabupaten Lingga, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga bersama dengan Dinas-dinas terkait bertandang ke PT. Sumber Yala Samudra sebagai salah satu perusahaan pengalengan, tepung dan minyak ikan terbesar di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Ini baru langkah awal untuk menjajaki rencana pengembangan industri perikanan di Lingga sesuai dengan agenda prioritas Bupati Lingga," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, Aang Abu Bakar.

Hasil dari pertemuan dengan beberapa manajemen dan Direksi dari PT. Sumber Yala Samudra ini nantinya, akan disampaikan kepada Bupati Lingga. Dari pertemuan tadi menurutnya sudah menghasilkan beberapa kesepakatan, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut bersama rombongan sudah menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Lingga.

"Ada beberapa pilihan kerjasama yang ditawarkan, tapi harus kita konsultasikan dulu dengan Bupati Lingga, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi," sebut Aang Abu Bakar.

Disampaikan Aang, Direktur PT. Sumber Yala Samudra David Wijaya juga menyampaikan bahwa perusahaan yang berdiri sejak 40 tahun yang lalu ini, membutuhkan pasokan bahan baku ikan sedikitnya 300 ton perharinya. Salah satu ikan yang menjadi ikan kaleng ini adalah ikan Lemuru yang dulunya banyak didapati di Selat Bali.

Namun seiring waktu ikan Lemuru ini mulai menghilang dan membuat perusahaannya kini mengimpor dari luar negeri. Salah satu negara pengimpornya antara lain China, Jepang, Oman, Yaman dan Pakistan. Sampai saat ini perusahaannya belum kesulitan dalam pemasaran, bahkan perusahaannya saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

"Kalau penjualan mereka hanya cukup untuk dalam negeri, dan belum bisa ekspor karna mereka pernah ekspor tapi tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar," sebutnya.

Perusahaan ini sudah mempekerjakan sedikitnya 700 karyawan, yang dibagi tiga divisi yakni divisi pengalengan, tepung dan minyak ikan, dengan luas lahan pabrik kurang lebih 3,8 hektar. Pasaran tertinggi produk ini antara lain di wilayah perkebunan dan pertambangan di wilayah Sumatera dan Kalimantan untuk ikan kaleng. Sedangkan tepung dan minyak ikan kebanyakan digunakan untuk bahan baku pakan ternak.

PT. Sumber Yala Samudra menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Lingga, asalkan pemerintah menyediakan fasilitas lahan, pelabuhan dan coldstored.

Adapun rombongan Pemerintah Kabupaten Lingga yang hadir antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Perdagangan Lingga, Raja Fahrurrazi, Konsultan Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari, Kabid Industri Dinas Tenaga Kerja, Koperasi UKM dan Perindustrian Lingga, Mohammad Rahmayadi dan Staf Bappeda Lingga, Suma Selviyanto. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026