
Tagana Siaga di Setiap Kecamatan

Kalau daerah lain biasanya cuma banjir-banjir biasa saja
Batam (Antara Kepri) - Guna mengantisipasi bencana alam yang terjadi pada musim penghujan, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batam diminta siaga di setiap kecamatan.
"Mereka terus berkoordinasi dan melakukan deteksi dini sebelum terjadi bencana alam," kata Kepala Dinas Sosial dan Permakaman (Dinsoskam) Kota Batam, Hasyima.
Dia menjelaskan, ada 80 anggota Tagana di bawah Dinsoskam. Hasyima mengatakan apabila terjadi bencana seperti kebakaran yang berefek kepada masyarakat banyak, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dikomandoi, Azwan.
"Setelah api padam, baru Tagana yang menangani hal-hal lainnya," jelas dia.
Tagana lanjutnya dibekali ilmu pertolongan pertama sehingga dapat memberikan bantuan medis kepada para korban bencana.
Dia melanjutkan jika diperlukan Tagana akan langsung mendirikan tenda dan membuat dapur umum serta menyediakan konsumsi untuk para korban.
Hasyima menuturkan, yang kerap terjadi longsor saat musim penghujan hanya Tanjunguma, Lubuk Baja.
"Kalau daerah lain biasanya cuma banjir-banjir biasa saja," kata Hasyima.
Dia mengatakan, dinasnya kerap memberikan bantuan kepada korban bencana maksimal tiga hari. Namun Hasyima tidak dapat memperkirakan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana alam.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan, saat ini ada daerah bertekanan udara di sekitar Laut Cina Selatan sebelah utara Pulau Sumatera.
Hal itu menyebabkan terbentuknya daerah pumpunan angin di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dan mengakibatkan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi memupuk banyak massa udara.
"Secara umum kondisi cuaca esok hari diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang," kata dia.
Suratman menyatakan, kecepatan angin berkisar antara lima hingga 35 kilometer (KM) per jam, dengan tinggi gelombang perairan sekitar Batam, Tanjungpinang, dan Dabo berkisar antara 0,2 sampai 0.6 meter.
Sedangkan tinggi gelombang sekitar laut Natuna dan Anambas antara 0,7 sampai 1,8 meter. "Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga tiga hari kedepan dan kondisi ini masih kondusif untuk akivitas transportasi darat dan udara," jelas dia.
Sedangkan untuk transportasi dan aktivitas kelautan, Suratman dihimbau agar lebih berhati-hati terhadap gelombang tinggi di sekitar perairan Natuna dan Anambas serta arus laut yang kuat di wilayah perairan Batam, Bintan, dan Tanjung Balai Karimun.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
