Kadisperindag: Kenaikan Harga Sembako Jangan jadi Polemik

id Kadisperindag,batam,Kenaikan,Harga,Sembako,Jangan,Polemik

Kadisperindag Kota Batam Zarefriadi (antarakepri.com/Messa Haris)

Persoalan yang sama selalu muncul, dua minggu lalu sudah kita rasakan suplai, cabai terganggu karena cuaca dan banyak pesawat yang 'delay' juga menjadi indikator itu (kenaikan harga beberapa komoditas)
Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Zarefriadi mengatakan, kenaikan harga sembako jangan dijadikan polemik di masyarakat, sebab tersebut hanya terjadi pada momen-momen tertentu saja. 

"Persoalan yang sama selalu muncul, dua minggu lalu sudah kita rasakan suplai, cabai terganggu karena cuaca dan banyak pesawat yang 'delay' juga menjadi indikator itu (kenaikan harga beberapa komoditas)," kata Zarefriadi, di Batam, Kamis. 

Akibat banyaknya pesawat yang "delay" cabe dan sayuran busuk saat tiba di Batam. Selain itu kata Zarefriadi Batam saat ini masih sangat tergantung suplai komoditi dari daerah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Mataram dan Medan. 

Suplai sayur, lanjutnya, juga didapatkan Batam dari Kabupaten Bintan. "Sekarang Bintan juga kesulitan, tapi bukan berarti kita menyerah dengan keadaan. Kita tetap berupaya agar harga-harga tetap normal," katanya. 

Zarefriadi mengatakan pihaknya juga rutin memperbarui harga-harga komoditas di website Disperindag dan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. 

"Jadi masuk dulu ke webnya pemko kemudian pilih Disperindag dan itu bisa diakses oleh umum," ujarnya. 

Sebelumnya Disperindag memiliki monitor harga sembako yang terpasang di beberapa pasar, namun saat ini tidak bisa digunakan karena sudah rusak.

Ia juga mengatakan pihaknya selalu mengadakan rapat bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) terkait ketersedian dan harga sembako. 

Dalam rapat tersebut pihaknya juga menyampaikan mengenai ketergantungan Kota Batam terhadap suplai sembako dari daerah lain. 

Sementara itu pedagang di Pasar Botania Kota Batam, Iwan mengatakan harga telur ayam saat ini mencapai Rp39 ribu per papan. Padahal sebelumnya hanya Rp34 sampai Rp35 ribu per papan.

Telur ayam lanjutnya mayoritas di suplai dari Kota Medan. "Di sini (Batam) ada tapi nggak cukup, makanya kita ambil dari Medan," katanya. 

Sedangkan cabe merah menembus angka Rp40 sampai dengan Rp45 ribu per kilo gram. Sayur bayam per kilogram naik hingga Rp6 ribu. "Harga bayam sekarang Rp15 ribu per kilo," katanya.(Antara) 

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar