Basarnas Temukan Satu Lagi Mayat Tanpa Identitas

id Basarnas, Temukan Satu, Lagi Maya,t Tanpa, Identitas

Basarnas Tanjungpinang saat mengevakuasi jasad tanpa identitas di perairan Lagoi, Bintan. Diduga jasad tersebut korban kecelakaan laut kapal kayu yang menewaskan dua warga negara Malaysia, di perairan Internasional Bintan-Malaysia. (antarakepri.com/

Mayat pria dengan ciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, memakai kalong emas leontin geok, baju biru les hitam bertuliskan fising
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang kembali mengevakuasi satu jasad pria tanpa identitas di perairan Bintan. Diduga, mayat tersebut korban kecelakaan kapal di perairan Internasional Bintan-Malaysia belum lama ini.

Basarnas masih mencari satu Warga Negara Malaysia korban kapal tenggelam di perairan Internasional, Bintan-Malaysia.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tanjungpinang, Eko Suprianto, saat dihubungi Antara, Rabu, mengatakan mayat pria dengan ciri-ciri mengenakan celana pendek hitam, memakai kalong emas leontin geok, baju biru les hitam bertuliskan fising, ditemukan pada kordinat 01 12 49708 N -  104 20 01751 E. Ditemukan pd tw 1213 09.45 G diperairan BBT Lagoi, Kabupaten Bintan, sekira pukul 09.45 WIB.

"Korban telah dievakuasi oleh Posal Lagoi dan dibawak ke Pelabuhan BTT. Setelah menerima info tersebut, RB 209 Tanjungpinang yang posisinya berada diatas perairan Lagoi bergerak ke Pelabuhan BBT untuk penjemputan korban," ujarnya.

Ia menginformasikan, saat ini korban tersebut sudah berada di RB 209 Tanjungpinang dan dibawa ke Pelabuhan Punggur untuk diserahkan ke pihak Polda Kepri, dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bayangkara Polda kepri.

"Untuk memastikan korban apaka benar korban yang dicari, kami belum dapat kepastian dari pihak Malaysia dan keluarganya. Kami masih menunggu. Info dari RCC Johor baru bahwa korban kemungkinan besar benar, pihak keluarganya akan ke Batam untuk memastikan kebenaran korban tersebut," ujarnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar