Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota minta MUI jadi penyejuk umat

Selasa, 26 Desember 2017 19:56 WIB
Image Print
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah (antarakepri.com/Aji Anugraha)
MUI harus mampu membimbing dan membina umat Islam dalam kehidupan beragama, memberikan nasehat, menjadi penghubung antara ulama dengan pemerintah serta sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Wali Kota Tanjungpinang meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang mewadahi ulama, zu'ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina, serta mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia, upaya sebagai wadah penyejuk umat muslim.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, seusai mengukuhkan Pengurus MUI Kota Tanjungpinang masa khidmat 2017-2022, di Aula Bulang Linggi, Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Senin, mengatakan MUI dan pemerintah punya peran penting dan fungsinya masing-masing, pemerintah merangkul lembaga Islam, organisasi Islam, termasuk MUI untuk membuat rencana program kerja keagamaan.

"MUI harus mampu membimbing dan membina umat Islam dalam kehidupan beragama, memberikan nasehat, menjadi penghubung antara ulama dengan pemerintah serta sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama," ujarnya.

Menurut Wali Kota, jika MUI kembali kepada fungsi dan tugasnya, maka segala bentuk radikalisme, terorisme, liberalisme, dan komunisme, InsyaAllah dapat terelimanisir dengan baik. MUI sebagai lembaga wadahnya ulama harus menghargai peran dan fungsinya, sehingga kehadirannya memiliki arti penting, terutama dengan fatwa-fatwanya sebagai penyejuk dan pencerah umat Islam di Kota Tanjungpinang.

"MUI harus menjadi pemersatu umat. Peran MUI yang terdiri dari alim ulama sangat strategis ditengah masyarakat, untuk itu, jadilah penyejuk disaat kita alami kekeringan, dan jadilah pendingin disaat kita kehausan. jangan sampai agama menjadi pemecah, tetapi jadikan agama sebagai alat pemersatu. MUI harus terus memperkuat perpaduan basis keagamaan dan keilmuan terkini, guna menghasilkan kebijakan yang terpadu menuju kemaslahatan umum," ujarnya.

Sementara Ketua MUI berdasarkan hasil musyawarah MUI tingkat Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, masa khidmat 2017-2022, Ustadz Bambang Maryono, mengatakan kepengurusan baru di bawah kepemimpinanya akan bekerja lebih semangat lagi dalam membangun ukhuwah dan memajukan Kota Tanjungpinang melalui pondasi spiritual.

"Kita akan bekerja seoptimal mungkin dalam membina keumatan di Kota Tanjungpinang. Kepengurusan MUI yang beranggotakan tokoh pendidikan dan para ulama ini diharapkan bisa lebih memperkuat MUI di masa yang akan datang," ujarnya.

Ketua MUI Provinsi Kepri, KH. Abdul Karim Ahmad, menjelaskan kepengurusan MUI ini perlu dikukuhkan dan dikuatkan, supaya didalam bekerja, ada rasa tanggung jawab sepenuhnya dari tugas yang dijalankan setiap anggotanya.

"Saya minta kepada pengurus MUI yang baru dikukuhkan, segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan fungsinya, bekerjalah dengan baik, jadikan rapat kerja daerah ini sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan program kerja lima tahun kedepan," ujarnya.

Pengukuhan 60 orang pengurus MUI dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang, turut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian Kesejahteraan masyarakat Sekretariat Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, serta sejumlah ulama dan lembaga Islam di Kota Tanjungpinang. (baca juga: Batam Tindak Tegas Perusahaan Langgar Fatwa MUI, Wali Kota Terbitkan Imbauan Terkait Fatwa MUI)

Editor: Rusdianto




Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026