
BP Batam beri lahan baru untuk Sat Nusa
Sabtu, 20 Januari 2018 18:36 WIB

Kita ingin membangun ekosistem produksi dan Xiomi dapat mengajak suplier-supliernya untuk membangun proses industri di Batam
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memberikan lahan baru untuk pengembangan PT Sat Nusa Persada yang dinilai sudah sangat berkembang di area Bandara Internasional Hang Nadim Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, di Batam, Sabtu, mengatakan dari kunjungannya ke PT Sat Nusa pada Jumat (19/1) pihaknya melihat kapasitas perusahaan milik Abidin Hasibuan itu berkembang dengan baik dan sejalan dengan keinginan BP Batam untuk mendorong industri lebih maju.
"Kemarin saya pernah mendengar ada investor yang berminat untuk menambah kapasitas PT Sat Nusa Persada," katanya.
Lukita mengatakan dalam kunjungannya tersebut ia melihat tidak hanya proses perakitan saja yang dikerjakan di PT Sat Nusa tapi juga ada beberapa orang-orang lokal yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan peralatan permesinan sehingga mempermudah proses produksi.
"Mereka secara kreatif dan medisign peralatan mesin untuk mempermudah proses produksi. Saya juga menawarkan Sat Nusa apabila memerlukan lahan kita akan mencarikan tapi belum bisa kita pastikan ada," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Lukita, Deputi II BP Batam Yusmar Anggadinata sempat menyampaikan kepada pihak Sat Nusa bahwa saat ini masih ada daerah di sekitar Bandara Hang Nadim Batam yang dapat dilakukan untuk ekosistem industri seperti di Sat Nusa.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pihak-pihak yang melakukan perakitan smartphone miliknya salah satunya Xiomi untuk meningkatkan order di PT Sat Nusa.
"Kita ingin membangun ekosistem produksi dan Xiomi dapat mengajak suplier-supliernya untuk membangun proses industri di Batam," ujarnya.
Sehingga, kata Lukita, dengan dibangunnya pengemasan dan lain-lainnya yang selama ini di impor dari negara lain bisa diproduksi di Batam akan mengurangi biaya produksi Xiomi yang dilakukan di Sat Nusa.
"Untuk itu kami siap bekerja sama untuk mencarikan lahan serta memberikan kemudahan perizinan dan itu direspons baik perwakilan Xiomi," katanya.
Pihaknya juga akan mencoba bagaimana agar pusat logistik PT Sat Nusa bisa dilakukan di Bandara. Karena selama ini, kata Lukita, banyak proses pengiriman Sat Nusa melalui Bandara.
Hal tersebut juga lanjutnya sesuai dengan misi BP Batam yang ingin mengembangkan industri bernilai tambah dan pusat logistik di Batam khususnya di Hang Nadim serta membuka suatu peluang investasi dan kompetitifnes dari PT Sat Nusa untuk mendorong pengembangan pusat logistik.
"Pak Abidin optimis dan dia mengatakan kita bukan hanya bicara dua tahun tujuh persen bisa lebih kalau kita bisa meningkatkan dan meminta investor untuk datang ke Batam dengan berbagai kemudahan," ujarnya.
Sementara itu, pemilik PT Sat Nusa Persada Abidin Hasibuan menyambut baik kedatangan Kepala BP Batam Lukita bersama Deputi II Yusmar Anggadinata dan Deputi V Bambang Purwanto. Ia melihat BP Batam sangat konsen dan berdiri ditengah-tengah serta fokus untuk mengembangkan investasi.
"Saya bisa katakaan BP Batam saat ini adalah BP Batam perubahan karena sangat konsen dan menampung aspirasi para pengusaha," katanya.
Abidin juga yakin apabila Lukita dan para deputinya masih memimpin dalam tiga tahun mendatang Kota Batam akan lebih maju dan tidak kalah dengan negara tetangga. Karena kata Abidin apa yang dilakukan para pimpinan BP Batam saat ini sama persis dengan keinginan para pengusaha di Batam.
"Apa yang kita sampaikan langsung ada actionnya dan beliau berjanji akan memperbaiki apa yang menjadi hambatan pengusaha selama ini," katanya.
Abidin mengatakan saat melakukan pertemuan dengan Kepala BP Batam pihaknya memang menyampaikan masalah lahan untuk pengembangan usahanya. Namun ia masih belum mau berbicara banyak terkait hal tersebut.
"Saya belum mau bicara banyak, saya keep dulu nanti kalau perlu saya publish akan saya sampaikan," pungkasnya.(Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
