
Anggota DPR tinjau Rutan Karimun

Saya pikir saya mempunyai hak sebagai anggota DPR RI untuk menggalang aspirasi di dalam rutan
Karimun (Antaranews Kepri) - Anggota Komisi II DPR Dwi Ria Latifa meninjau Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Selasa.
Dwi Ria Latifa yang berasal dari daerah pemilihan Kepulauan Riau mengatakan, kunjungan itu untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan lingkungan rutan karimun, termasuk fasilitas umum dan fasilitas lainnya.
"Apakah pelayanannya manusiawi, apakah WC-nya baik dan apakah makanannya sehat," katanya.
Dalam, kunjungan kerjanya itu membesuk beberapa tahanan rutan untuk menggalang aspirasi warga binaan terhadap pelayanan di rutan tersebut.
"Saya pikir saya mempunyai hak sebagai anggota DPR RI untuk menggalang aspirasi di dalam rutan," katanya.
Selain menggalang aspirasi dari warga binaan, dirinya juga mengecek secara langsung lingkungan sanitasi rutan setempat, mulai dari sarana ibadah, olahraga, hingga tempat WC.
Sementara, seorang warga binaan Untung mengaku tidak ada masalah selama tinggal di Rutan Karimun.
"Makanan juga tidak ada masalah, makan nasi dengan lauk pauk, kadang daging, telur atau tahu dan tempe," kata dia. Seorang warga binaan lain mengaku hanya mengeluhkan masalah air yang terbatas.
Di tempat yang sama, Kepala Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan sangat mengapresiasi sidak yang dilakukan oleh anggota DPR RI tersebut, pihaknya juga mengharapkan uluran tangan pemerintah terhadap fasilitas-fasilitas Rutan yang dianggap kurang sempurna.
"Kami sangat berterima kasih. Kami juga ingin perhatian pemerintah terhadap kondisi Rutan Karimun," katanya.
Saat ini pihaknya mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. Untuk memperoleh air bersih, pihaknya harus dibantu dengan warga sekitar.
"Selama ini kami dibantu masyarakat sekitar. Kalau `nggak`, `nggak` bisa apa-apa kami. Sumur di sini bukan sumur mata air, melainkan sumur serapan," katanya.
Selain itu, dirinya juga menginginkan adanya tim satuan tugas yang berada di rutan, mengingat untuk beberapa rutan di daerah lainnya pernah terjadi kehilangan warga tahanannya dengan berbagai modus.
"Kita tidak mau juga ada yang dijemput malam, seperti yang terjadi di daerah-daerah lain," katanya.
Pewarta : Rusdianto & Nursali
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
