
TPID Kepri perkirakan inflasi Februari terkendali

Potensi peninjauan ulang pencabutan HET oleh pemerintah dapat mendorong peningkatan harga beberapa komoditas seperti beras
Batam (Antaranews Kepri) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kepulauan Riau memperkirakan inflasi di daerah setempat pada Februari 2018 akan terkendali, setelah Januari sempat meningkat 0,88 persen (mtm).
"Memasuki Februari, inflasi diperkirakan tetap terkendali dan cenderung melemah," kata Wakil Ketua TPID Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Selasa.
Keoptimisan itu berdasarkan kebiasaan berulang tiap tahun.
Meski demikian, TPID mengingatkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai, di antaranya angin musim utara yang masih berlangsung menyebabkan gelombang tinggi dan dapat memicu kelangkaan pasokan ikan segar serta menghambat jalur distribusi bahan makanan.
Gelombang tinggi juga dikhawatirkan mengganggu pasokan lokal akan komoditas volatile foods.
Dari sisi administresed prices, peningkatan cukai rokok oleh pemerintah pusat diduga mendorong peningkatan inflasi.
"Potensi peninjauan ulang pencabutan HET oleh pemerintah dapat mendorong peningkatan harga beberapa komoditas seperti beras," kata dia melanjutkan.
Kemudian, peningkatan permintaan barang menjelang Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh juga dapat memicu peningkatan inflasi volatile foods dan tarif angkutan udara.
Sementara itu, kenaikan harga beras dan bayam memicu inflasi Indeks Harga Konsumen Kepri pada Januari 2018.
Inflasi IHK Kepri pada Januari mencapai 0,88 persen (mtm) meningkat dibandingkan inflasi bulan lalu 0,73 persen (mtm) atau 4,19 persen (yoy). Secara tahunan inflasi IHK Kepri tercatat 4,19 persen juga lebih tinggi dari bulan sebelumnya 4,02 persen (yoy).
Beras mencatat inflasi sebesar 6,14 persen (mtm), sedangkan bayam inflasi 11,74 persen (mtm),"
Menurut dia, peningkatan harga beras disebabkan kenaikan harga di daerah pemasok seperti Cipinang.
Berdasarkan pantauan PIHPS, harga beras di Jakarta pada Januari meningkat 8,95 persen, Sumsel meningkat 1,29 persen dan Jawa Timur 5,85 persen.
Sedangkan kenaikan harga bayam diperkirakan sebagai dampak dari tingginya curah hujan, yang memicu gagal panen pada Januari 2018.
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
