
Stroke "pembunuh" utama di Provinsi Kepri

Batam (Antaranews Kepri) - Penyakit stroke menjadi pembunuh utama di Provinsi Kepulauan Riau dan hampir 90 persen penghuni Insentif Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
Direktur RSBP Sigit Riyarto di Batam, Senin, mengatakan pihaknya kerap menolak pasien yang menderita stroke untuk dilakukan rawat inap dikarena jumlah tempat tidur tidak mencukupi.
"Kita hanya ada enam tempat tidur di ICU dan lima diantaranya digunakan untuk pasien stroke, sehingga 90 persen ICU kita digunakan bagi pasien penderita stroke," katanya.
Sigit menambahkan jika dikalkulasikan hingga satu bulan ada sekitar 15 sampai 20 orang masyarakat penderita stroke yang ditangani di RSBP.
Rata-rata, kata Sigit, para penderita stroke akan menjalani rawat inap minimal satu hingga dua minggu.
Saat ini, kata Sigit, pihaknya hanya memiliki dua ahli bedah saraf yang bisa menangani penyakit tersebut. Meski tidak memiliki peralatan yang lengkap, RSBP kata Sigit sangat siap untuk menangani pasien penderita stroke.
"Kita juga akan menjalin kerja sama dengan rumah sakit Gatot Subroto dan nantinya dokter dan perawat kita akan dididik di sana," ujarnya.
Menangani penderita stroke, kata Sigit, bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dibedah dan Digital Subtraction Angiography (DSA) atau cuci otak. "Jadi kasusnya (stroke) semakin banyak dan itu pembunuh utama di Kepri," katanya.
Sigit berharap apabila ada masyarakat yang telah melakukan chek up dapat segera melakukan perobatan. Karena apabila telah separuh lumpuh sangat sulit untuk ditangani di RSBP.
"Jadi yang paling penting adalah secepatnya dirujuk apabila sudah ada tanda-tanda dan harus hati-hati," pungkasnya.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
