Karimun siapkan kota baru di daerah terdepan

id Karimun,coastal area,panbil,bupati karimun,aunur rafiq

Kawasan Coastal Area (Antaranews Kepri/Rusdianto)

Kawasan Coastal Area yang kita reklamasi dengan APBD, disiapkan sebagai bandar baru di daerah terluar, terdepan dan perbatasan. Apa nama bandarnya, nanti akan kita bicarakan, tapi saya ingin namanya memiliki ciri khas Melayu
Karimun (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyiapkan sebuah kota atau bandar baru di Tanjung Balai Karimun, daerah terdepan NKRI yang berbatasan laut dengan wilayah Singapura dan Malaysia.

"Kawasan Coastal Area yang kita reklamasi dengan APBD, disiapkan sebagai bandar baru di daerah terluar, terdepan dan perbatasan. Apa nama bandarnya, nanti akan kita bicarakan, tapi saya ingin namanya memiliki ciri khas Melayu," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Aunur Rafiq mengatakan, penyiapan kawasan Coastal Area sebagai bandar baru merupakan bagian dari upaya menyiapkan sebuah ikon baru yang dapat ditonjolkan dan memiliki daya saing sesuai bidang yang menjadi unggulan, yaitu membangun ekonomi berbasis kemaritiman.

"Sekarang kita sudah punya, Coastal Area sudah dibangun dan proses pembangunannya juga terus berjalan. Dan sudah ada investor yang tertarik untuk mengembangkan Coastal Area sebagai bandar baru," kata dia.

Kawasan Coastal Area mulai dibangun sejak dia menjabat Wakil Bupati mendampingi Nurdin Basirun (kini Gubernur Kepri-red), dan telah menelan anggaran tahun jamak lebih dari Rp200 miliar.

Di kawasan yang direklamasi tersebut dibangun jalan, pusat kegiatan perekonomian dan pariwisata yang disebut dengan Panggung Rakyat Putri Kemuning, dan pada bagian ujung juga telah dibangun sebuah jembatan yang terhubung ke kawasan Leho Kecamatan Tebing.

Pembangunan jalan di Coastal Area dilakukan secara bertahap, yang direncanakan tembus ke Bandara Raja Abdullah di Bati Kecamatan Tebing, dan tahun ini juga dibangun dengan dana provinsi, meski belum sampai ke jembatan di Leho.

Meski belum selesai, investor dalam negeri, yaitu Panbil Group melalui anak perusahaan PT Jaya Annurya Karimun sudah memulai kegiatannya dengan melakukan reklamasi pada lahan tidak jauh dari gardu PLTU Tanjungsebatak.

"Investor itu akan membangun pelabuhan berkelas dunia, lengkap dengan hotel, resor yang ada fasilitas waterbow, kolam renang dan lainnya. Mereka juga akan membangun mal atau pusat perbelanjaan. Jadi, ini akan kita konsep dengan baik, sehingga Coastal Area benar-benar menjadi ikon yang memiliki daya tarik," katanya.

Dengan pembangunan bandar baru di Coastal Area, Aunur Rafiq berharap visi dan misi pembangunan untuk mewujudkan Karimun sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis kemaritiman yang berdaya saing, bisa terwujud.

"Selain itu, kita juga sudah kawasan industri di FTZ, di sana sudah berdiri beberapa perusahaan galangan kapal atau shipyard, dan industri penunjang migas lepas pantai (offshore). Dan sekarang status Kawasan Ekonomi Khusus di Pulau Asam juga sedang berproses, dan sudah ada investor yang akan beroperasi di sana," kata dia.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar