Penanaman modal asing di Karimun Rp16 triliun

id Bupati Karimun,Aunur Rafiq,penanaman modal asing,FTZ Karimun,investasi di karimun

Bupati Karimun Aunur Rafiq (Antaranews Kepri)

Ada beberapa perusahaan asing berinvestasi di daerah ini di antaranya Jerman, Italia, Singapura, Tiongkok dan Korea yang rata-rata bergerak di sektor kemaritiman
Karimun (Antaranews Kepri) - Bupati Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq menyebutkan penanaman modal asing di daerah itu pada 2018 mencapai nilai Rp16 triliun yang bergerak di berbagai bidang.

"Ada beberapa perusahaan asing berinvestasi di daerah ini di antaranya Jerman, Italia, Singapura, Tiongkok dan Korea yang rata-rata bergerak di sektor kemaritiman," katanya di Tanjung Balai Karimun, usai pertemuan dengan rombongan Bupati Bangka Tengah pekan lalu.

Geliat investasi di Kabupaten Karimun mulai terlihat sejak 2008 dan berkembangnya mulai 2012 sejak dibangun kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

"Secara keseluruhan nilai investasi di daerah ini mencapai Rp24,5 triliun dan sebesar Rp7 triliun merupakan penanaman modal dalam negeri dan sisanya penanaman modal asing," katanya.

Semua investasi tersebut kata dia terpusat di kawasan FTZ yang merupakan jantung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun karena ada sejumlah investasi yang berada di kawasan itu.

"Di FTZ ini ada investasi sektor pertambangan, jasa, granit, pariwisata dan beberapa sektor lainnya yang terus berproses hingga sekarang ini," katanya.

Penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Karimum berfluktuasi atau turun naik, namun sempat terjadi peningkatan pada 2016 mencapai 20 ribu lebih dan sekarang sedikit terjadi penurunan karena ada beberapa perusahaan yang sudah habis masa kontraknya.

"Saat itu persentase serapan tenaga kerja yaitu 70 persen dari masyarakat lokal dan sisanya campuran atau tenaga kerja asing, namun tahun ini grafiknya sudah kembali menanjak," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar