Logo Header Antaranews Kepri

Karyawan Timah Karimun diminta jadi pelopor antinarkoba

Selasa, 8 Mei 2018 21:57 WIB
Image Print
Workshop Antinarkoba Ikatan Karyawan Timah di Wisma Timah, Prayun, Selasa (8/5). (foto istimewa)

Karimun (Antaranews Kepri) - Karyawan PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau diminta menjadi pelopor antinarkoba dengan menggiatkan kampanye bahaya barang haram itu kepada rekan, keluarga dan lingkungan.

"Tidak hanya mencegah diri sendiri, tetapi juga menjadi pelopor antinarkoba," kata Kepala Unit Produksi PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau Tonggo Situmorang dalam lokakarya antinarkoba yang digelar Ikatan Karyawan Timah di Wisma Timah, Prayun, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Selasa.

Menurut Tonggo Situmorang, narkoba mengancam masyarakat, terutama generasi muda di Kabupaten Karimun, sebagai daerah terbuka.

Apalagi, Karimun kerap disebut sebagai tempat transit penyelundupan narkoba.

Untuk itu, karyawan PT Timah di Karimun yang mencapai 800 orang harus berperan aktif mencegah bahaya narkoba dan membantu aparat penegak hukum, jika memiliki informasi terkait peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Lokakarya antinarkoba yang digelar Ikatan Karyawan Timah diikuti 21 karyawan sebagai pelopor antinarkoba dan 30 karyawan yang termasuk dalam jajaran kepengurusan.

Lokakarya tersebut menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional Karimun Ahmad Soleh dengan materi kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Menurut Ahmad Soleh, Karimun merupakan daerah rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Untuk itu, peranan semua kelompok masyarakat, termasuk karyawan perusahaan sangat penting untuk membatasi ruang gerak pengedar narkoba.

Aparat penegak hukum setempat berkali-kali mengungkap kasus narkoba dalam jumlah besar yang diduga berasal dari Malaysia. Itu mengindikasikan narkoba merupakan ancaman yang serius bagi masyarakat.

"Kami juga masih dihadapkan dengan keterbatasan personel dan sarana prasarana. Untuk penindakan, kami juga masih mengharapkan peranan aparat kepolisian," ujarnya.

Lokakarya tersebut juga mendiskusikan konseling adiksi dasar, rehabilitasi bagi para pecandu narkoba, dan rencana aksi pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Kegiatan lokakarya ini merupakan lanjutan ikrar antinarkoba karyawan PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau beberapa waktu lalu, serta implementasi dari Nota Kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun.

Baca juga: Karyawan Timah di Karimun berikrar hindari narkoba



Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2026