KNKT investigasi kandasnya KM Bukit Raya

id KNKT, Pelni,KM Bukita raya kandas, Natuna

Kapal Polair Polres Natuna tengah melakukan evakuasi di KM Bukit Raya yang kandas di Pulau Sedanau, Natuna, Kepulauan Riau. (Antaranews Kepri/Cherman)

KNKT belum memastikan apakah penyebab Kandasnya KM Bukit Raya adalah human eror atau tidak, karena investigasi masih belum rampung secara keseluruhan.
Natuna (Antara Kepri) - Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah selesai mengumpulkan data dan investigasi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama tiga hari atas kandasnya KM Bukit Raya di Karang Neneh perairan Sedanau, Natuna, Kepulauan Riau.

"Tim sudah mengumpulkan informasi dan bukti-bukti dokumen perjalanan kapal untuk membantu investigasi. Nanti setelah enam bulan kita lihat hasilnya seperti apa," kata Ketua Tim Investigasi KNKT, Hendri kepada Antara usai menggelar konferensi pers di Ranai, Jumat.

Hendri tidak mau menjelaskan secara rinci terkait hasil olah TKP hari ini.  Ia pun menegaskan masih mengumpulkan bahan dan informasi untuk di pelajari lebih lanjut bersama tim di Jakarta.

"Besok kita bersama tim sudah pulang ke Jakarta. Hasilnya belum bisa dirilis," katanya.

Tim KNKT yang dipimpinnya telah bekerja selama tiga hari, sejak 23 mei lalu.

"Semua dokumen serta temuan dilapangan sebagai pendukung yang telah dikumpulkan akan dibawa ke Jakarta untuk dipelajari lebih lanjut," terangnya.

Hendri juga belum memastikan apakah penyebab Kandasnya KM Bukit Raya adalah human eror atau tidak, karena investigasi masih belum rampung secara keseluruhan.

"Tergantung hasil penyelidikan, dan nanti akan dipublikasikan kepada masyarakat lewat web resmi KNKT," tegasnya.

Masih menurut Hendri, sudah seharusnya semua masyarakat tahu setiap hasil investigasi KNKT pada setiap kejadian sebagai pembelajaran.

Sebagai masukan dari hasil investigasi hal yang menurutnya sangat penting adalah tidak adanya rambu karang di tempat kejadian.

"Temuan ini akan kita laporkan sebagai masukan untuk berbagai pihak," jelasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar